“Tanya Hati”
Fanny Irwan
VIONA
Kriinnggg
!!!! alarm ku berbunyi, ya tandanya hari sudah pagi, dan aku harus pergi kesekolah
hari ini, segera aku membuka mata ku, dengan malasnya aku menuju kamar mandi, dan
degan mata yang masih berat untuk di buka aku mencoba membuka pintu kamar
mandi, “woiiii sabar dong aku masih ada di dalam” kata seseorang yang aku yakin
itu adalah kakak ku yap kakak Dave. “duhh !! cepetan nanti aku telat gimana sih
biasanya kamu gak telat bangun !! cepetan woii !” oceh ku. cklek akhirnya pintu
kamar mandi terbuka aku segara masuk dan bergegas mandi.
Dalam
perjalanan ke sekolah aku meminta supir ku untuk cepat-cepat agar cepat sampai
ke sekolah. Saat sampai di sekolah bel tanda masuk telah berbunyi, aku
cepat-cepat berjalan menuju kelas ku tiba-tiba
“Brakk !!” aku terjatuh, ada yang menabrak ku, sambil membereskan buku
yang aku bawa aku segera mengucapkan kata maaf kepada orang yang aku tabrak
“maaf ya aku gk liat soalny aku buru-buru” “iya gakpapa kok” katanya, saat aku
melihatnya dia menunjukan senyum manisnya, aku hanya diam melihatnya “Hai nama
aku Steve, aku murid pindahan dari jakarta”
katanya mulai menyapaku “Eee iya hai juga aku Viona, oh kamu anak baru
ya ?” balas ku menyapanya “iya, oh iya, ruang TU di mana ya ?” tanyanya “kamu
lurus belok kanan aja di situ ruang TU” kataku “oke makasih ya” katanya, belum
sempat aku menjawab aku sudah pergi meninggalkannya.
Ternyata
aku satu kelas dengannya, dan mulai dari waktu itu kami menjadi sahabat akrab, pada
suatu hari aku dan Stave sedang duduk duduk di taman “eh vi aku mau cerita deh”
katanya mulai membuka percakapan kami “ya udah cerita biasanya juga langsung
cerita” ujar ku “ jadi gini, aku lagi suka sama orang nih tapi aku bingung gimana
bilangnya” katanya “suka sama orang ? cowok apa cewek Stave ?” kata ku dengan
tawa kecil “vii aku lagi serius! Ahh males dah cerita sama kamu!” “ehh jangan
gitu dong aku kan Cuma bercanda hehehe” “iya iya jadi gini aku suka cewek tapi
aku gak mau sebutin namanya ya, dia itu cantik, baik, sederhana, pokoknya aku
nyaman kalo berada di dekat dia, tapi aku gk yakin aku bisa dapetin dia apa
enggak” “emng sejak kapan kamu suka sama dia ? loh kok kamu menyerah duluan
sih? Berjuang dulu dong!” kata ku berusaha untuk memberikan semangat kepada
Stave “yah liat nantilah jalannya gimana?” katanya pasrah “duh jangan pasrah
gitu dong! Oh iya Stave aku juga mau cerita, sebenrnya aku juga lagi suka sama
cowok, entah kenapa setiap aku ketemu dia jantung ku selalu berdetak kencang”
kataku memulai cerita.
STAVE
Saat
Viona bilang kalo dia suka dengan seseorang aku tersentak kaget “oh ya? siapa?”
dengan penuh harapan aku bertanya, dan aku harap lelaki beruntung itu adalah
aku, iya benar aku memang suka dengan viona sejak kami bertemu dan aku belum
berani mengungkapkan kepadanya “jangan bilang siapa-siapa ya, kamu harus
janji!” katanya “iya aku janji” ucapku “itu loh kamu pasti tau orangnya, kapten
futsal di SMA kita” seketika tubuh ku terasa lemas mendengar ucapannya “hah ?
si Richard itu? emm... emang kamu udah dekat sama dia?” tanya ku basa-basi sambil
berusaha menutupi kekecewaanku “ya udah lumayan sih, udah sering bbm’an line
telpon hehehe” jawabnya “oh gitu” jawabku singkat, “udah sore nih pulang yuk”
ajak Viona. Aku dan viona pun bangkit berdiri dan beregegas pulang.
Saat sampai di rumah
aku segera masuk kekamar ku, dengan lesu aku menjatuhkan diriku ke kasur dan
sambil berfikir dan bertanya kepada diriku sendiri, apakah aku selama ini salah
telah menyukai Viona? pikiran ku mulai tidak karuan, tiba-tiba telepon ku
berdering dan ternyata viona yang menelponku.
“yaa ?”
“Stave!!! Aku lagi bahagiaaa !!
kamu tau gak kalo Richard ngajak aku jalan!”
“oh gitu ya selamat ya, aku ikut
senang deh, ya udah aku mau tidur dulu ya”
“loh kok gitu sih aku kan belum
selesai cerita”
“duh vi aku udh ngantuk besok lagi
ya”
Aku
langsung mematikan telpon,dan aku kembali berfikir apakah aku harus mengakhri
perasaan ini ? tapi itu gak mungkin, cinta itu gak mungkin berhenti secapat aku
jatuh cinta, sulit untuk melupakannya, apakah aku harus menjaga jarak dari dia agar
aku lebih mudah menghilangkan perasaan ini?.
Pagi hari saat ingin masuk kelas aku
melihat viona sedang duduk di depan kelas dia dia berpaling kepada ku lalu dan
tersenyum dan menghampiri ku, “selamat pagi Stave” sapanya dengan riang “selamat pagi juga Vi” ucapku membalas
sapaannya “eh eh stave aku mau cerita hehehe” katanya “duh sorry ya vi aku lagi
ada urusan” kataku sambil meninggalkannya,sebenarnya aku juga gak mau kayak
gini, tapi maaf vi ini juga buat kebaikan kita ucapku dalam hati.
VIONA
Aku
merasa ada yang aneh dengan Stave dia kenapa ya ? sejak malam tadi di telpon
dia mulai cuek denganku, biasanya jika aku mau cerita dia pasti siap dengerin
cerita ku, dan biasanya dia juga yang menyapa ku duluan, tapi sekarang kok dia
jadi gini? apa selama ini aku ada salah ngomong dengannya?
“tringgggg
!!!!!” bel tanda pelajaran di mulai telah berbunyi, aku segera masuk dan
mendapati Stave tengah duduk di kursi yang biasanya dia tempati, aku segera
duduk di samping dia “hei kamu kenapa sih?” Tanya ku “hah aku ? aku gakpapa
kok, emang kenapa ?” “ya gakpapa sih kamu kelihatan beda aja” kataku “enggk lah
aku biasa kok mungkin Cuma perasaanmu aja” ya mungkin ini hanya perasaanku. Tak
lama kemudian guru mata pelajaran matematika masuk dan kami mulai belajar.
Saat
istirahat aku dan Stave segera pergi ke kantin, saat aku ingin memesan makanan
aku melihat para siswa siswi berlarian ke lapangan sekolah, “Stave ada apaan
tu?” tanya ku “gak tau juga tuh” tiba tiba ada seorang siswa lewat lali stave
mencegatnya “eh ada apaan?” tanya stave “itu ada yang mau nyatain cintanya di
lapangan” kata siswa itu “wah seru tuh Stave, liat yuk!” aku dan stave segera
berlari menuju lapangan sekolah “misi misi misi” aku dan stave mencoba menerobos
kerumunan, saat aku sampai di barisan paling depan aku terdiam terpaku dan aku
gak percaya dengan apa yang ku lihat, aku melihat dua orang di depan ku dan
cowok itu sedang berlutut di depan ceweknya sambil membawa bunga di tangannya,
aku gak menyangka ternyata cowok yang di depanku adalah Richard, ya Richard
yang selama ini dekat dengan ku dan sekarang dia sedang menyatakan cintanya
kepada perempuan lain, tanpa menegluarkan sepatah kata pun aku langsung pergi
dari kerumunan itu, aku berlari tanpa terasa air mataku menetes “VIONA!!!” aku
mendengar Stave memanggil ku, aku terduduk di kursi taman sambil menangis,
kenapa harus terjadi sama aku, apakah selama ini aku salah menaruh perasaan
kepada Richard? Lalu siapa yang harusnya
ada di hati ku ? , tiba-tiba ada seseorang yang duduk di sebelah ku dan dia
langsung memeluk ku, aku yakin dia adalah stave “udah vi sabar jangan nangis,
masih ada cowok yang sayang sama kamu, ngapain kamu nangisin dia” ucapnya
menenangkan ku
Sampai di rumah aku
hanya diam rasanya gak ada semangat buat ngelakuin apa pun, telpon ku berdering
saat aku lihat itu panggilan dari Richard
“hallo”
“hallo vi sorry aku gak bermaksud
gitu sama kamu aku gak ada maksud PHPin kamu aku-“
“udah gakpapa kok, longlast ya sama
pacar mu, aku mau tidur dulu ya”
“vii aku gk bermak-“
Aku langsung mematikan telponnya.
STAVE
Niat untuk menjaga
jarak dari viona ku urungkan karena keadaannya saat ini aku gak tega buat
jauhin dia, Saat aku masuk kekelas suasana kelas agak berbeda kali ini, biasanya
tiap pagi aku selalu di sambut dengan ucapan selamat pagi dari viona kali ini
tidak, Viona tampak lesu dan kurang bersemangat, aku segera menghampirinya “hey
selamat pagi viona” sapa ku dengan riang “pagi stave” balasnya dengan nada yang
lesu, “loh kok lesu sih biasanya ceria”kataku menggodanya, ”duh stave lagi gak
mood nih” ucapnya aku hanya diam duduk di sebelahnya
Cukup lama buat viona untuk
menghilangkan rasa sakit hatinya, dan selama itu pula aku selalu berada di
sampingnya, aku gak tega buat ninggalin orang yang aku sayang dalam keadaannya
seperti ini, tak lama dari kejadian itu aku mendengar berita bahwa Richard
telah putus dengan pacarnya, dan akhirnya berita itu terdengar oleh viona.
VIONA
Sampai sekarang aku
masih belum tau perasaan ku sekarang seperti apa, di sisi lain aku merasakan
nyaman bersama Stave di sisi lain lagi aku masih sayang dengan Richard, dan
selama aku dalam keadaan terpuruk stave lah yang selalu ada di samping ku, oh
iya aku mendengar berita bahwa Richard telah putus dengan pacarnya, dan hari
ini richard mengajak ku untuk ketemuan di taman belakang sekolah, “stave aku
pergi ke taman belakang sekolah dulu ya” pamit ku “loh ngapain ke taman belakang
sekolah?” tanya stave “ada urusan bentar” jawabku lalu pergi meninggalkan
stave.
Sesampainya di taman belakang
sekolah aku mencari di mana tempat Richard duduk, seseorang dengan seragam
putih dan rambut dengan potongan yang bergaya mohak yang aku yakini dia adalah
Richard, aku segera menghampiri dia, “ hey?” sapa ku “eh hai juga” katanya,
“ada apa nih ? tanya ku tak ingin basa basi lagi “gini vi sekarang aku sadar
bahwa selama ini aku suka sama kamu dan aku sayang sama kamu, kamu mau jadi
pacar ku?”Tanyanya yang membuat aku tersentak tiba tiba bukk!!!! Ada suara
tinjuan yang keras, “dasar kamu cowok kurang ajar setelah kamu sakiti dia kamu
ajak dia balik lagi ?” bentak seseorang dan ternyata dia Stave, Ternyata dia
mengikuti ku dari tadi “maaf ya chard
aku gak bisa jadi pacar kamu aku udah tau siapa orang yang bener-bener sayang
dan cinta sama aku, orang yang selalu ada di saat aku terpuruk, sedangkan kamu?
Kemana kamu saat aku lagi sedih ? gak adakan? Aku harap kamu gak lakuin ini ke
cewek lain, ingat penyesalan selalu datang di akhir”ucap ku dengan tegas “siapa
cowok itu vi ?” tanyanya dengan raut wajah yang penuh dengan penyesalan “cowok itu adalah stave, aku
nyaman bersama dia sebaiknya kamu mencari perempuan lain yang lebih baik dari
pada aku”.
Dalam perjalanan menuju kelas, Stave
tiba tiba memulai pembicaraan “vi bener apa yang kamu bilang ke Richard tadi ?”
tanyanya kepadaku “cieee kepo yaa?” jawab ku sambil meledek “hhmmmm, eh vi kamu
masih inget gak cerita aku yang waktu kita di taman ?yang aku ceritain kalo aku
lagi suka sama sama cewek ?” tanyanya “iya aku inget kok kenapa?” ”Ya orang itu
kamu Vi , dari awal aku udah ngerasa kalo kamu memang buat aku, mau gak kamu
jadi pacar ku ?” tanyanya yang sempat membuat ku kaget, tapi dengan cepat aku
menjawab “iya aku mau kok”
Sekarang
pertanyaan yang muncul di otak dan di
hati ku sudah terjawab semua, ternyata orang yang pantas adadi hati ku adalah
Stave, dan apa yang kita rencanakan yang
terbaik buat diri kita percayalah Tuhan akan memberikan rencana yang lebih baik
dari apa yang kita rencanakan dan kita inginkan, dan satu lagi jangan sia-siakan orang yang sayang sama
kamu demi orang yang kamu sayang tetapi hanya membuatmu sakit. Karena, akan
lebih sakit jika kamu kehilangan orang yang sayang sama kamu. JJJ
TAMAT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar