Halaman

Sabtu, 21 November 2015

Tanya Hati

“Tanya Hati”
Fanny Irwan
VIONA
Kriinnggg !!!! alarm ku berbunyi, ya tandanya hari sudah pagi, dan aku harus pergi kesekolah hari ini, segera aku membuka mata ku, dengan malasnya aku menuju kamar mandi, dan degan mata yang masih berat untuk di buka aku mencoba membuka pintu kamar mandi, “woiiii sabar dong aku masih ada di dalam” kata seseorang yang aku yakin itu adalah kakak ku yap kakak Dave. “duhh !! cepetan nanti aku telat gimana sih biasanya kamu gak telat bangun !! cepetan woii !” oceh ku. cklek akhirnya pintu kamar mandi terbuka aku segara masuk dan bergegas mandi.
Dalam perjalanan ke sekolah aku meminta supir ku untuk cepat-cepat agar cepat sampai ke sekolah. Saat sampai di sekolah bel tanda masuk telah berbunyi, aku cepat-cepat berjalan menuju kelas ku tiba-tiba  “Brakk !!” aku terjatuh, ada yang menabrak ku, sambil membereskan buku yang aku bawa aku segera mengucapkan kata maaf kepada orang yang aku tabrak “maaf ya aku gk liat soalny aku buru-buru” “iya gakpapa kok” katanya, saat aku melihatnya dia menunjukan senyum manisnya, aku hanya diam melihatnya “Hai nama aku Steve, aku murid pindahan dari jakarta”  katanya mulai menyapaku “Eee iya hai juga aku Viona, oh kamu anak baru ya ?” balas ku menyapanya “iya, oh iya, ruang TU di mana ya ?” tanyanya “kamu lurus belok kanan aja di situ ruang TU” kataku “oke makasih ya” katanya, belum sempat aku menjawab aku sudah pergi meninggalkannya.
Ternyata aku satu kelas dengannya, dan mulai dari waktu itu kami menjadi sahabat akrab, pada suatu hari aku dan Stave sedang duduk duduk di taman “eh vi aku mau cerita deh” katanya mulai membuka percakapan kami “ya udah cerita biasanya juga langsung cerita” ujar ku “ jadi gini, aku lagi suka sama orang nih tapi aku bingung gimana bilangnya” katanya “suka sama orang ? cowok apa cewek Stave ?” kata ku dengan tawa kecil “vii aku lagi serius! Ahh males dah cerita sama kamu!” “ehh jangan gitu dong aku kan Cuma bercanda hehehe” “iya iya jadi gini aku suka cewek tapi aku gak mau sebutin namanya ya, dia itu cantik, baik, sederhana, pokoknya aku nyaman kalo berada di dekat dia, tapi aku gk yakin aku bisa dapetin dia apa enggak” “emng sejak kapan kamu suka sama dia ? loh kok kamu menyerah duluan sih? Berjuang dulu dong!” kata ku berusaha untuk memberikan semangat kepada Stave “yah liat nantilah jalannya gimana?” katanya pasrah “duh jangan pasrah gitu dong! Oh iya Stave aku juga mau cerita, sebenrnya aku juga lagi suka sama cowok, entah kenapa setiap aku ketemu dia jantung ku selalu berdetak kencang” kataku memulai cerita.

STAVE
Saat Viona bilang kalo dia suka dengan seseorang aku tersentak kaget “oh ya? siapa?” dengan penuh harapan aku bertanya, dan aku harap lelaki beruntung itu adalah aku, iya benar aku memang suka dengan viona sejak kami bertemu dan aku belum berani mengungkapkan kepadanya “jangan bilang siapa-siapa ya, kamu harus janji!” katanya “iya aku janji” ucapku “itu loh kamu pasti tau orangnya, kapten futsal di SMA kita” seketika tubuh ku terasa lemas mendengar ucapannya “hah ? si Richard itu? emm... emang kamu udah dekat sama dia?” tanya ku basa-basi sambil berusaha menutupi kekecewaanku “ya udah lumayan sih, udah sering bbm’an line telpon hehehe” jawabnya “oh gitu” jawabku singkat, “udah sore nih pulang yuk” ajak Viona. Aku dan viona pun bangkit berdiri dan beregegas pulang.
Saat sampai di rumah aku segera masuk kekamar ku, dengan lesu aku menjatuhkan diriku ke kasur dan sambil berfikir dan bertanya kepada diriku sendiri, apakah aku selama ini salah telah menyukai Viona? pikiran ku mulai tidak karuan, tiba-tiba telepon ku berdering dan ternyata viona yang menelponku.
“yaa ?”
“Stave!!! Aku lagi bahagiaaa !! kamu tau gak kalo Richard ngajak aku jalan!”
“oh gitu ya selamat ya, aku ikut senang deh, ya udah aku mau tidur dulu ya”
“loh kok gitu sih aku kan belum selesai cerita”
“duh vi aku udh ngantuk besok lagi ya”
Aku langsung mematikan telpon,dan aku kembali berfikir apakah aku harus mengakhri perasaan ini ? tapi itu gak mungkin, cinta itu gak mungkin berhenti secapat aku jatuh cinta, sulit untuk melupakannya, apakah aku harus menjaga jarak dari dia agar aku lebih mudah menghilangkan perasaan ini?.
            Pagi hari saat ingin masuk kelas aku melihat viona sedang duduk di depan kelas dia dia berpaling kepada ku lalu dan tersenyum dan menghampiri ku, “selamat pagi Stave” sapanya dengan riang  “selamat pagi juga Vi” ucapku membalas sapaannya “eh eh stave aku mau cerita hehehe” katanya “duh sorry ya vi aku lagi ada urusan” kataku sambil meninggalkannya,sebenarnya aku juga gak mau kayak gini, tapi maaf vi ini juga buat kebaikan kita ucapku dalam hati.





VIONA
            Aku merasa ada yang aneh dengan Stave dia kenapa ya ? sejak malam tadi di telpon dia mulai cuek denganku, biasanya jika aku mau cerita dia pasti siap dengerin cerita ku, dan biasanya dia juga yang menyapa ku duluan, tapi sekarang kok dia jadi gini? apa selama ini aku ada salah ngomong dengannya?

“tringgggg !!!!!” bel tanda pelajaran di mulai telah berbunyi, aku segera masuk dan mendapati Stave tengah duduk di kursi yang biasanya dia tempati, aku segera duduk di samping dia “hei kamu kenapa sih?” Tanya ku “hah aku ? aku gakpapa kok, emang kenapa ?” “ya gakpapa sih kamu kelihatan beda aja” kataku “enggk lah aku biasa kok mungkin Cuma perasaanmu aja” ya mungkin ini hanya perasaanku. Tak lama kemudian guru mata pelajaran matematika masuk dan kami mulai belajar.
Saat istirahat aku dan Stave segera pergi ke kantin, saat aku ingin memesan makanan aku melihat para siswa siswi berlarian ke lapangan sekolah, “Stave ada apaan tu?” tanya ku “gak tau juga tuh” tiba tiba ada seorang siswa lewat lali stave mencegatnya “eh ada apaan?” tanya stave “itu ada yang mau nyatain cintanya di lapangan” kata siswa itu “wah seru tuh Stave, liat yuk!” aku dan stave segera berlari menuju lapangan sekolah “misi misi misi” aku dan stave mencoba menerobos kerumunan, saat aku sampai di barisan paling depan aku terdiam terpaku dan aku gak percaya dengan apa yang ku lihat, aku melihat dua orang di depan ku dan cowok itu sedang berlutut di depan ceweknya sambil membawa bunga di tangannya, aku gak menyangka ternyata cowok yang di depanku adalah Richard, ya Richard yang selama ini dekat dengan ku dan sekarang dia sedang menyatakan cintanya kepada perempuan lain, tanpa menegluarkan sepatah kata pun aku langsung pergi dari kerumunan itu, aku berlari tanpa terasa air mataku menetes “VIONA!!!” aku mendengar Stave memanggil ku, aku terduduk di kursi taman sambil menangis, kenapa harus terjadi sama aku, apakah selama ini aku salah menaruh perasaan kepada Richard? Lalu siapa yang  harusnya ada di hati ku ? , tiba-tiba ada seseorang yang duduk di sebelah ku dan dia langsung memeluk ku, aku yakin dia adalah stave “udah vi sabar jangan nangis, masih ada cowok yang sayang sama kamu, ngapain kamu nangisin dia” ucapnya menenangkan ku
Sampai di rumah aku hanya diam rasanya gak ada semangat buat ngelakuin apa pun, telpon ku berdering saat aku lihat itu panggilan dari Richard
“hallo”
“hallo vi sorry aku gak bermaksud gitu sama kamu aku gak ada maksud PHPin kamu aku-“
“udah gakpapa kok, longlast ya sama pacar mu, aku mau tidur dulu ya”
“vii aku gk bermak-“
Aku langsung mematikan telponnya.

STAVE 
            Niat untuk menjaga jarak dari viona ku urungkan karena keadaannya saat ini aku gak tega buat jauhin dia, Saat aku masuk kekelas suasana kelas agak berbeda kali ini, biasanya tiap pagi aku selalu di sambut dengan ucapan selamat pagi dari viona kali ini tidak, Viona tampak lesu dan kurang bersemangat, aku segera menghampirinya “hey selamat pagi viona” sapa ku dengan riang “pagi stave” balasnya dengan nada yang lesu, “loh kok lesu sih biasanya ceria”kataku menggodanya, ”duh stave lagi gak mood nih” ucapnya aku hanya diam duduk di sebelahnya
            Cukup lama buat viona untuk menghilangkan rasa sakit hatinya, dan selama itu pula aku selalu berada di sampingnya, aku gak tega buat ninggalin orang yang aku sayang dalam keadaannya seperti ini, tak lama dari kejadian itu aku mendengar berita bahwa Richard telah putus dengan pacarnya, dan akhirnya berita itu terdengar oleh viona.
VIONA
            Sampai sekarang aku masih belum tau perasaan ku sekarang seperti apa, di sisi lain aku merasakan nyaman bersama Stave di sisi lain lagi aku masih sayang dengan Richard, dan selama aku dalam keadaan terpuruk stave lah yang selalu ada di samping ku, oh iya aku mendengar berita bahwa Richard telah putus dengan pacarnya, dan hari ini richard mengajak ku untuk ketemuan di taman belakang sekolah, “stave aku pergi ke taman belakang sekolah dulu ya” pamit ku “loh ngapain ke taman belakang sekolah?” tanya stave “ada urusan bentar” jawabku lalu pergi meninggalkan stave.
            Sesampainya di taman belakang sekolah aku mencari di mana tempat Richard duduk, seseorang dengan seragam putih dan rambut dengan potongan yang bergaya mohak yang aku yakini dia adalah Richard, aku segera menghampiri dia, “ hey?” sapa ku “eh hai juga” katanya, “ada apa nih ? tanya ku tak ingin basa basi lagi “gini vi sekarang aku sadar bahwa selama ini aku suka sama kamu dan aku sayang sama kamu, kamu mau jadi pacar ku?”Tanyanya yang membuat aku tersentak tiba tiba bukk!!!! Ada suara tinjuan yang keras, “dasar kamu cowok kurang ajar setelah kamu sakiti dia kamu ajak dia balik lagi ?” bentak seseorang dan ternyata dia Stave, Ternyata dia mengikuti ku dari tadi “maaf  ya chard aku gak bisa jadi pacar kamu aku udah tau siapa orang yang bener-bener sayang dan cinta sama aku, orang yang selalu ada di saat aku terpuruk, sedangkan kamu? Kemana kamu saat aku lagi sedih ? gak adakan? Aku harap kamu gak lakuin ini ke cewek lain, ingat penyesalan selalu datang di akhir”ucap ku dengan tegas “siapa cowok itu vi ?” tanyanya dengan raut wajah yang penuh  dengan penyesalan “cowok itu adalah stave, aku nyaman bersama dia sebaiknya kamu mencari perempuan lain yang lebih baik dari pada aku”.
            Dalam perjalanan menuju kelas, Stave tiba tiba memulai pembicaraan “vi bener apa yang kamu bilang ke Richard tadi ?” tanyanya kepadaku “cieee kepo yaa?” jawab ku sambil meledek “hhmmmm, eh vi kamu masih inget gak cerita aku yang waktu kita di taman ?yang aku ceritain kalo aku lagi suka sama sama cewek ?” tanyanya “iya aku inget kok kenapa?” ”Ya orang itu kamu Vi , dari awal aku udah ngerasa kalo kamu memang buat aku, mau gak kamu jadi pacar ku ?” tanyanya yang sempat membuat ku kaget, tapi dengan cepat aku menjawab “iya aku mau kok”
           
Sekarang pertanyaan yang muncul di otak  dan di hati ku sudah terjawab semua, ternyata orang yang pantas adadi hati ku adalah Stave, dan apa yang kita rencanakan yang terbaik buat diri kita percayalah Tuhan akan memberikan rencana yang lebih baik dari apa yang kita rencanakan dan kita inginkan, dan satu lagi jangan sia-siakan orang yang sayang sama kamu demi orang yang kamu sayang tetapi hanya membuatmu sakit. Karena, akan lebih sakit jika kamu kehilangan orang yang sayang sama kamu. JJJ

TAMAT 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar