Kisah Cinta Segitiga Antara Dua Sahabat
Rivaldy Tri Fajar Utama
Disebuah sekolah swasta terdapat sebuah cinta segitiga antara 2 orang sahabat laki-laki dan 1 anak perempuan cantik, kedua lelaki tersebut bersahabat dan mereka selalu bersama-sama kemana pun mereka pergi, mereka sudah seperti saudara sendiri dan menjalin
hubungan persahabatan yang sangat solid sudah sejak mereka duduk dibangku SMP.
Dua sahabat tersebut bernama Vian dan Ivan. Suatu ketika pada saat jam istirahat mereka berdua berjalan bersama menuju ke kantin. Pada saat di kantin mereka melihat seorang anak perempuan kelas XI ipa. “Van, cewek itu cantik banget yaa Van, kamu mau nggak ngenalin aku sama dia ? Soalnya kamu kan kebanyakan deket sama anak ipa hehe”
kata
Vian sambil bersenyum senyum. “ ya udah entar aku kenalin deh demi sahabatku sendiri, kita kan partner boy, saling membantu sama lain” kata Ivan dengan wajah ceria, padahal di dalam hati Ivan pun dia juga merasa suka dengan perempuan itu yang bernama Regina. Regina memang anak yang cantik, pintar, ramah dengan siapa pun dan tidak pilih pilih kalau dengan teman. Dia juga banyak di sukai oleh anak – anak laki di sekolahnya. Dia memang seperti wanita idaman para lelaki. Dan di hari demi hari Vian mulai mendekati Regina. Dengan bantuan Ivan sahabatnya itu, Vian tambah semakin dekat dengan Regina dan semakin semangat untuk mendekati Regina, tetapi meskipun begitu Ivan masih memiliki rasa suka dan cinta ke Regina. Ivan juga sudah menyukainya dari dulu tetapi Ivan masih memendam rasa itu dan belum berani menunjukkan rasa suka dan cintanya terhadap Regina sang wanita idaman.
Vian sambil bersenyum senyum. “ ya udah entar aku kenalin deh demi sahabatku sendiri, kita kan partner boy, saling membantu sama lain” kata Ivan dengan wajah ceria, padahal di dalam hati Ivan pun dia juga merasa suka dengan perempuan itu yang bernama Regina. Regina memang anak yang cantik, pintar, ramah dengan siapa pun dan tidak pilih pilih kalau dengan teman. Dia juga banyak di sukai oleh anak – anak laki di sekolahnya. Dia memang seperti wanita idaman para lelaki. Dan di hari demi hari Vian mulai mendekati Regina. Dengan bantuan Ivan sahabatnya itu, Vian tambah semakin dekat dengan Regina dan semakin semangat untuk mendekati Regina, tetapi meskipun begitu Ivan masih memiliki rasa suka dan cinta ke Regina. Ivan juga sudah menyukainya dari dulu tetapi Ivan masih memendam rasa itu dan belum berani menunjukkan rasa suka dan cintanya terhadap Regina sang wanita idaman.
Akhirnya pada suatu hari, Vian mulai muncul rasa curiga kepada Ivan, karena setiap saat Vian ingin meminjam hpnya
Ivan, Ivan tidak memperbolehkan Vian untuk meminjam hpnya dengan leluasa, itu karena Ivan takut ketahuan oleh Vian jika dia juga mempunyai rasa yang sama terhadap Regina,
dan bisa membuat persahabatan antara mereka
terpecah belah,
tetapi Ivan juga
sudah tidak dapat menahan rasa yang dirasakannya kepada Regina, karena sudah sekian lama Ivan menyimpan rasa cinta dan
sayangnya terhadap Regina. Hingga pada suatu saat mereka sedang belajar
bersama dan saling sharing
sharing meskipun mereka berbeda jurusan, ada yang alah sahabatnya ipa dan ada yang ips. Dan
ketika
Vian tidak sengaja melihat hpnya
Ivan tergeletak, muncul lah rasa ingin tahunya untuk membuka hpnya Ivan, karena Vian sudah tidak sabar ingin tahu dan kebetulan juga pada saat itu Ivan juga sedang ke kamar mandi.
Pada saat Vian membuka hp
Ivan, dia melihat
blackberry messenger (BBM), dan dia pada saat itu sangat terkejut melihat dan membaca chating Ivan dengan Regina. Terlihat seperti sudah sangat dekat antara mereka
berdua.
Setelah dia melihat dan membaca semua chating
Ivan dengan
Regina tersebut, Vian sangat marah dan benci terhadap Ivan karena dia telah merasa tertipu, dan yang sangat membuatnya kecewa adalah
ternyata sahabatnya sendiri
yang sudah bersahabat cukup lama tetapi bisa bisanya menipu seperti itu. Sebelum Ivan kembali, Vian segera menaruh kembali hp
Ivan di tempat semula hp tersebut tergeletak agar tidak ketahuan kalau hpnya telah dibuka dan dilihat lihat oleh Vian. Akhirnya Vian pun mengetahui alasannya mengapa Ivan tidak pernah memperbolehkan dia saat meminjam hpnya.
Tak lama kemudian Vian pamit pulang dengan muka
yang tidak enak dan penuh dengan kekecewaan.
“Van, aku pamit pulang ya
!!” kata Vian denga nada yang
tidak enak. “iya, hati hati ya,,’ kata Ivan dengan perasaan bingung
karena tidak biasanya Vian bicara dengan nada yang tidak enak.
Ke esokan harinya di skolah, Vian tidak mau lagi menyapa
Ivan, karena dia masih merasa sangat kesal dan benci terhadap Ivan.Saa tbertemu Vian di sekolah,
Ivan mencoba menyapa Vian dengan ramah dan dengan penuh senyuman seperti biasanya tetapi Vian pun tidak menanggapinya, hanya menatap Ivan dengan sekilas kemudian ditinggalah Ivan. Ivan pun mulai merasa bingung dengan tingkah laku sahabatnya ini
yang berubah tidak seperti biasanya
yang selalu ceria setiaphari, Ivan pun mulai mencoba bertanya kepada Vian,
“Vian, kamu kenapa kok gak mau bicara lagi dengan aku, aku nyapa kamu juga nggak kamu anggep. Kamu sebenernya kenapa sih kok berubah gitu ? aku kan sahabat kamu” kata Ivan, tetapi meskipun
Ivan telah berbicara panjang lebar,
Vian pun tetap tidak menganggap Ivan berbicara, Vian tetap cuek dan membuang muka terhadap Ivan. Kemudian Ivan bicara lagi terhadap Vian “Apakah ini yang namanya persahabatan ? sahabat sendiri
lagi bicara aja nggak dianggap” Kemudian Vian langsung menyaut perkataan Ivan,
“ Seharusnya aku yang bilang begitu, apakah ini yang namanya persahabatan ?
Yang tega teganya menikung sahabat sendiri ? Apa sudah benar perbuatan mu yang
seperti itu ?”. Sejenak Ivan terdiam mendengar Vian berbicara seperti itu.
Setelah pulang sekolah, Ivan
menghampiri Vian dengan maksud untuk menjelaskan tentang semua itu. “Vian,
tolong dengarkan aku. Aku ingin menjelaskan semua tentang masalah ini” kata
Ivan. “Ya udah cepet jelasin semua yang ingin kamu jelasin, aku udah nggk punya
banyak waktu lagi” saut Vian dengan perasaan campur aduk yang penuh dengan
kekesalan. Kemudian Ivan menjelaskan semuanya, “Iya memang benar aku dekat
dengan Regina, tetapi setelah aku pikir pikir lagi aku tidak bisa bersama dia.
Karena selain bisa mengecewakan mu, aku juga takut persahabatan kita menjadi
hancur cuma gara gara seorang wanita. Aku tidak mau itu terjadi. Karena mencari
sahabat sejati lebih susah dari pada mencari pasangan, karena kita butuh
sahabat dan sahabat ada di saat kita butuh kapan pun”. Setelah mendengar kata
kata tersebut kemudian Vian berpikir pikir dan memikirkan kata kata yang
diucapkan oleh Ivan. Dan Vian berkata “Bener juga sih, tetapi mengapa kamu tega
menikung sahabat sendiri ?” tanya Vian. Dan Ivan menjawab “Sebenarnya aku tidak
tega, tetapi saat itu aku dibutakan oleh wanita dan aku melupakan dan tidak
memikirkan apa yang akan terjadi nantinya”. Vian juga menjawab “Ya udah lah, aku juga udah nggak mikirin Regina
lagi, lebih penting persahabatan kita dari pada cewe itu. Percuma juga kalau
aku jadian sama dia tapi sahabatku sakit hati dan ngerasa terpukul”. Dan Ivan
menjawab dengan gembira “Bener apa katamu, tpi maafin aku ya boy udah bikin
kamu kecewa dan kesel sama aku”. Vian menjawab “Iya gapapa bro, udah aku
maafin. Persahabatan kita nggak boleh terpecah gitu aja cuma gara gara masalah
cewe. Dengan gini aja kita udah bisa bahagia ngerasain hidup”. Kemudian Ivan bicara
“Iya bener, kamu emang sahabat sejati bro.. Aku bangga punya sahabat kayak
loe”.
Akhirnya, pershabatan mereka pun
tidak hancur. Hubungan persahabatan mereka tetap kokoh meskipun banyak
rintangan yang menghadang, salah satunya dengan masalah cewe yang menjadi cinta
segitiga diantara mereka. Tetapi mereka lebih memilih sahabat dari pada
berpacaran, karena hanya bisa membuat hubungan persahabatan mereka hancur. Dan
mereka memutuskan tidak ada yang berpacaran dengan wanita tersebut, dan mereka
bahagia menjalani hidup mereka bersama sahabat sejatinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar