Love at School
Oleh Valencia
Cowok berkacamata dan tinggi biasanya terlihat pendiam
dan kaku, namun berbeda dengan sosok cowok yang satu ini. Ia seorang siswa SMA
yang memiliki sifat kekanak-kanakan. Selain itu, Ia juga sosok cowok tembem
yang periang. Ia sangat disiplin akan waktu, terlihat dari gayanya yang selalu mengenakan
jam ditangan kirinya. Meskipun ia memiliki muka yang sedikit berjerawat dan badan
yang sangat kurus, tetapi ia selalu terlihat percaya diri dimanapun.
Cowok itu namanya Dava, ia bukanlah sosok yang popular
namun ia cukup berprestasi di bidang akademik. Sudah lama ia tertarik akan sosok
Mika yang cantik, pintar dan popular. Namun, disisi lain banyak juga cowok yang
mendekati Mika. Dava pun terus berusaha untuk mendekati dan menarik perhatian dari
Mika, mulai dari sering menyapanya hingga menolongnya. Namun, hubungan mereka hanya berjalan sebatas teman sekelas.Tapi,
Dava tak pernah putus asa dalam mendekati Mika, meski ia pernah melihat Mika bersama
cowok lain.
Hingga suatu hari saat Mika sedang ke toilet, Dava
yang jahil memasukkan sebuah kertas kecil kedalam tempat alat tulis milik Mika.
Kertas itu berisi nomor handphone Dava dan namanya. Sepulang sekolah, Dava selalu
memandangi handphone miliknya. Ia menantikan pesan singkat dari sosok Mika.
Benar saja, tak lama Dava menunggu, tiba – tiba ada sebuah SMS dari Mika. Ia menulis
pesan pada Dava yang isinya, “Hai Dava, ini aku Mika teman sekelasmu, Apakah
ini benar nomormu? Tadi aku mendapatkannya dari kertas kecil ditepak milikku”.
Hati Dava gembira bukan main setelah menerima SMS itu, bagi nya itu adalah hal
yang awalnya mustahil.
Dava terlihat kaget namun bahagia. Perasaannya campur
aduk rasanya, dengan masih tegang, ia pun mulai membalas SMS itu. Ia berkata,
“Hai Mika yang cantik..ehh, keceplosan. Hehe. Iya tadi aku yang menaruh itu di
tepak kamu. Aku cuma ingin tanya tentang tugas dari Bu Sari. Tapi aku tidak punya
nomor handphone kamu. Maaf ya diam – diam begitu”. Dava berusaha menutupi apa maksud
sebenarnya ia memberikan nomor handphone itu. Tak lama, Mika pun menjawab,
“Haha. Bisa saja kamu Dav memujinya. Iya nga apa-apa kok. Jadi apa yang ingin kau
tanyakan nih?”.Mereka pun saling membalas SMS hingga mereka pun lebih akrab.
Dava pun terus berbincang dan bercanda lewat SMS dengan
Mika. Hatinya begitu bahagia dan berbunga saat itu. Hingga malam pun mereka masih
SMS an, dengan membahas berbagai hal, mereka terlihat sangat cocok satu sama
lain. Mereka awalnya membahas hal – hal yang berhubungan tugas, namun lama –
kelamaan, mereka mulai saling curhat tentang kehidupan mereka. Sampai mereka
pun lupa waktu dan tidak menyangka bahwa itu sudah malam dan besok mereka harus
bersekolah. Hingga pukul 11 malam pun mereka masih asyik SMS an, namun tak lama
mereka pun tidur.
Bel masuk sekolah pun berdering, semua anak masuk ke
kelasnya masing – masing. Tidak ada hal yang berubah dari biasanya, hanya saja
yang cukup menarik perhatian anak lain adalah kedekatan Mika dan Dava. Mereka jadi
sering mengobrol dan bercanda di kelas. Saat istirahat pun, Dava tetap menggoda
Mika dengan berkata bahwa Mika sangat lama di toilet. Mika pun kaget, karena ia
mengira bahwa Dava menghitungi waktunya saat di toilet. Namun sebenarnya, itu adalah
cara Dava untuk menggoda Mika yang terlihat lucu saat sedang kaget.
“Kring..Kring..Kring” Bel pulang sekolah berbunyi.
Semua anak bersiap untuk pulang, tak terkecuali Dava dan Mika. Mereka keluar sekolah bersama, namun hal
yang kembali mengagetkan Dava adalah Mika pulang bersama cowok lain lagi. Cowok
yang sama sepertiyang dulu ia lihat itu, kini ia membonceng Mika dengan motor
berwarna putih itu. Dava terlihat galau, ia marah namun ia juga kecewa. Ia tak tahu
apa yang ia rasakan, ia pun memilih untuk pulang.
Sesampainya di rumah, Dava membuka handphonenya dan disana
ada sebuah SMS dari Mika. Yang isinya meminta maaf karena ia pulang dahulu dan tidak
pamit, Mika juga menjelaskan bahwa lelaki itu adalah kakak sepupunya. Dava pun
tersenyum lega, namun ada yang mengganjal di hatinya. Ia pun menulis sebuah pesan
pada Mika, “Iya Mik, tidak apa kok. Lagian kenapa kamu harus repot menjelaskan?
Kita kan tidak ada hubungan apapun. Kalau itu pacarmu, aku tidak apa kok.
Bahkan kalau benar kamu sudah punya pacar, aku lebih baik tidak terlalu akrab denganmu
lagi kan?”. Mika belum menjawab dan hampir setengah jam Dava menunggu balasan.
Akhirnya Dava memutuskan untuk menelpon Mika, dan ternyata diangkat. Jantung Dava
seakan berhenti berdetak saat mendengar isak tangis cewek yang ia sayangi.
Mereka pun saling mengungkapkan perasaan masing – masing dan kemudian berkomitmen
untuk menjalin hubungan sebagai kekasih.
=
TAMAT =
Tidak ada komentar:
Posting Komentar