Jangan Mudah Menyerah
Gadis ini memiliki wajah yang
berbentuk oval dan bertubuh tinggi. Sehari-harinya gadis ini lebih suka gaya
pakaian yang santai, tetapi gadis ini bukan tomboy. Walaupun terkesan cuek
gadis ini sebenarnya suka membantu orang yang sedang kesulitan,contohnya aku.
Aku sudah tiga tahun ini menjadi sahabatnya dan selama tiga tahun ini aku
banyak di bantunya. Karena keramahannya gadis ini banyak orang yang
menyukainya. Banyak sekali orang yang ingin menjadi pacarnya, tetapi karena
komitmennya untuk tidak memiliki pacar pada saat SMA gadis ini masih single
sampai sekarang. Gadis ini bernama Renata.
Renata bersekolah di SMA Pantang
Mundur. Renata sekarang berada di kelas XII IPS. Renata adalah anak yang pandai
dalam hal akademik maupun nonakademik. Di kelasnya Renata adalah anak yang di
tunjuk pertama kali jika pemilihan ketua kelompok dan pasti banyak orang yang
berebut untuk masuk dalam kelompoknya. Renata sering di pilih menjadi ketua
karena dapat di percaya untuk menyelesaikan tugas. Renata memiliki hobi bernyanyi
baik solo maupun band. Renata juga bisa memainkan alat musik, yaitu gitar, dan
piano. Renata juga sering ikut dalam berbagai lomba. Saat ini aku akan
menceritakan sekilas tentang perjuangan Renata dalam mengikuti lomba band di
UPH.
Pada saat Renata dan aku jalan di
koridor sekolah Adit berpapasan dengannya.
“Hai
cantik jalan bareng yuk?” goda Adit yang sudah lama menyukai Renata, tetapi
Renata tidak pernah menghiraukannya.
“Renata
kenapa kamu tidak pernah merespon Adit sama sekali?” tanya ku.
“Gisel
kamu kan tahu aku itu tidak suka jika ada cowok yang dekat denganku dan
menginginkan hubungan lebih dari pertemanan.” Jawab Renata.
“Ya
sudah kalau begitu Ren.Hm.. Ren kamu mau bantu aku tidak?” tanyaku pada Reanata.
“Apa yang bisa aku bantu?” jawab
Renata.
“Aku tidak paham sama tugas sejarah
yang baru di kasih kemarin, tolong kamu jelaskan lagi.” Jawabku.
“Jadi sebelum kamu paham sama
soalnya, kamu harus tahu dulu materinya.” Jawab Ranata. Akhirnya Renata
membantuku untuk memahami materi tersebut sampai paham.
“Renata kamu di panggil bu Denada ke
ruang guru.” panggil Mondy.
Akhirnya aku menemani Renata ke bu
Denada guru musik di sekolah kita.
“Renata saya dengar di UPH akan
mengadakan lomba band yang di ikuti dari berbagai SMA. Bagaimana kalau band
kamu untuk ikut dalam acara tersebut ?” tanya bu Denada.
“Baik bu saya akan menanyakan kepada
anggota band saya yang lain.” Jawab Renata.
Renata memiliki band yang bernama
survivor yang artinya pantang menyerah. Di dalam bandnya terdiri dari: Renata
sebagai vokalis, Anissa sebagai pianis, Dio sebagai gitaris, Sam sebagai bassis
dan Angga sebagai drummer. Renata
dan bandnya sepakat untuk mengikuti lomba yang di selenggarakan oleh salah satu
universitas di Surabaya yaitu UPH. Mereka memang sudah di daftarkan oleh
sekolah untuk mengikuti lomba. Setelah urusan pendaftarannya selesai mereka
juga mempersiapkan kostum.
“Teman-teman
kan urusan pendaftaran sudah selesai. Bagaimana kalau kita memikirkan kostum
apa yang akan kita pakai?” tanya Anissa.
“Aku punya ide Nissa.” jawab Renata.
“Apa ide kamu Ren?” jawab Anissa.
“Bagaimana
kalau kita yang cewek menggunakan dress berwarna merah muda dan kita juga harus
menyamakan kostum kita dengan anggota band cowok.Jadi bagaimana menurutmu Dio?”
jawab Renata.
“Terserah kamu aja Ren kita yang
cowok ikut aja dengan ketentuan yang di pilih anggota band cewek.” jawab Dio.
“Ya sudah kalau begitu anggota band
yang cowok pakai baju warnah merah muda dan di beri rompi di bagaian luarnya.”
jawab Renata.
“Oke deh Ren tapi kita kan cowok
pasti tidak punya baju warnah merah muda.” jawab Angga.
“Kita bisa pinjem kan ke teman-teman
atau pun sewa kan juga ada.” jawab Anissa.
“Aku kan juga bantu untuk cari kostum
buat kalian.” jawab Renata.
Masalah
kostum selesai, sekarang mualai berlatih lebih giat lagi. Mereka berlima sangat
bersemangat untuk memenangkan perlombaan tersebut. Sampai-sampai setiap pulang
sekolah mereka terus berlatih tanpa kenal lelah.
Pada saat hari itu tiba mereka semua
berkumpul dan berangkat bersama-sama ke UPH dengan membawa rasa percaya diri
yang besar. Mereka dapat urutan yang paling akhir dalam perlombaan tersebut,
tetapi itu semua tidak dapat mematahkan semangat mereka. Sampai akhirnya mereka
di panggil untuk tampil. Setelah mereka tampil pada saatnya mereka di
komentari. Mereka mendapatkan komentar yang kurang baik karena ketukan drumnya
tidak sesuai dengan lagunya, tetapi ada juga komentar yang membuat mereka tidak
terlalu bersedih karena dari antara peserta yang ada mereka adalah satu-satunya
peserta yang sangat mempersiapkan kostum. Walaupun mereka mendapat komentar
yang baik soal kostum, tetapi itu semua tidak dapat membuat mereka menang.
Mereka kalah dalam perlombaan itu.
“Teman-teman kita memang tidak
menang dalam perlombaan kali ini, tetapi kan kita bisa berusaha dan berlatih
lagi untuk lomba-lomba yang lain.” Ucap Ranata.
“Kamu benar Renata seharusnya kita
tidak perlu bersedih, karena walau kita kalah tetapi kita tidak pantang
semangat untuk esok hari.” Jawab Sam.
Setelah mereka mengalami
keterpurukan, pada akhirnya band yang bernama survivor ini tetap semangat dan
melangkan ke depan.
Kekalahan bukanlah akhir dari
segalanya tetapi dari kekalahlah kita dapat belajar untuk mencapai kesuksesan.
Nama : Ruth Oktavia
Kelas : XII IPS 1
No.Absen : 27
Tidak ada komentar:
Posting Komentar