Halaman

Jumat, 20 November 2015

Jangan Mudah Menyerah

Jangan Mudah Menyerah
            Gadis ini memiliki wajah yang berbentuk oval dan bertubuh tinggi. Sehari-harinya gadis ini lebih suka gaya pakaian yang santai, tetapi gadis ini bukan tomboy. Walaupun terkesan cuek gadis ini sebenarnya suka membantu orang yang sedang kesulitan,contohnya aku. Aku sudah tiga tahun ini menjadi sahabatnya dan selama tiga tahun ini aku banyak di bantunya. Karena keramahannya gadis ini banyak orang yang menyukainya. Banyak sekali orang yang ingin menjadi pacarnya, tetapi karena komitmennya untuk tidak memiliki pacar pada saat SMA gadis ini masih single sampai sekarang. Gadis ini bernama Renata.
            Renata bersekolah di SMA Pantang Mundur. Renata sekarang berada di kelas XII IPS. Renata adalah anak yang pandai dalam hal akademik maupun nonakademik. Di kelasnya Renata adalah anak yang di tunjuk pertama kali jika pemilihan ketua kelompok dan pasti banyak orang yang berebut untuk masuk dalam kelompoknya. Renata sering di pilih menjadi ketua karena dapat di percaya untuk menyelesaikan tugas. Renata memiliki hobi bernyanyi baik solo maupun band. Renata juga bisa memainkan alat musik, yaitu gitar, dan piano. Renata juga sering ikut dalam berbagai lomba. Saat ini aku akan menceritakan sekilas tentang perjuangan Renata dalam mengikuti lomba band di UPH.
            Pada saat Renata dan aku jalan di koridor sekolah Adit berpapasan dengannya.
“Hai cantik jalan bareng yuk?” goda Adit yang sudah lama menyukai Renata, tetapi Renata tidak pernah menghiraukannya.
“Renata kenapa kamu tidak pernah merespon Adit sama sekali?” tanya ku.
“Gisel kamu kan tahu aku itu tidak suka jika ada cowok yang dekat denganku dan menginginkan hubungan lebih dari pertemanan.” Jawab Renata.
“Ya sudah kalau begitu Ren.Hm.. Ren kamu mau bantu aku tidak?” tanyaku pada Reanata.
            “Apa yang bisa aku bantu?” jawab Renata.
            “Aku tidak paham sama tugas sejarah yang baru di kasih kemarin, tolong kamu jelaskan lagi.” Jawabku.
            “Jadi sebelum kamu paham sama soalnya, kamu harus tahu dulu materinya.” Jawab Ranata. Akhirnya Renata membantuku untuk memahami materi tersebut sampai paham.
            “Renata kamu di panggil bu Denada ke ruang guru.” panggil Mondy.
            Akhirnya aku menemani Renata ke bu Denada guru musik di sekolah kita.
            “Renata saya dengar di UPH akan mengadakan lomba band yang di ikuti dari berbagai SMA. Bagaimana kalau band kamu untuk ikut dalam acara tersebut ?” tanya bu Denada.
            “Baik bu saya akan menanyakan kepada anggota band saya yang lain.” Jawab Renata.
            Renata memiliki band yang bernama survivor yang artinya pantang menyerah. Di dalam bandnya terdiri dari: Renata sebagai vokalis, Anissa sebagai pianis, Dio sebagai gitaris, Sam sebagai bassis dan Angga sebagai drummer.             Renata dan bandnya sepakat untuk mengikuti lomba yang di selenggarakan oleh salah satu universitas di Surabaya yaitu UPH. Mereka memang sudah di daftarkan oleh sekolah untuk mengikuti lomba. Setelah urusan pendaftarannya selesai mereka juga mempersiapkan kostum.
“Teman-teman kan urusan pendaftaran sudah selesai. Bagaimana kalau kita memikirkan kostum apa yang akan kita pakai?” tanya Anissa.
            “Aku punya ide Nissa.” jawab Renata.
            “Apa ide kamu Ren?” jawab Anissa.
            “Bagaimana kalau kita yang cewek menggunakan dress berwarna merah muda dan kita juga harus menyamakan kostum kita dengan anggota band cowok.Jadi bagaimana menurutmu Dio?” jawab Renata.
            “Terserah kamu aja Ren kita yang cowok ikut aja dengan ketentuan yang di pilih anggota band cewek.” jawab Dio.
            “Ya sudah kalau begitu anggota band yang cowok pakai baju warnah merah muda dan di beri rompi di bagaian luarnya.” jawab Renata.
            “Oke deh Ren tapi kita kan cowok pasti tidak punya baju warnah merah muda.” jawab Angga.
            “Kita bisa pinjem kan ke teman-teman atau pun sewa kan juga ada.” jawab Anissa.
            “Aku kan juga bantu untuk cari kostum buat kalian.” jawab Renata.
Masalah kostum selesai, sekarang mualai berlatih lebih giat lagi. Mereka berlima sangat bersemangat untuk memenangkan perlombaan tersebut. Sampai-sampai setiap pulang sekolah mereka terus berlatih tanpa kenal lelah.
            Pada saat hari itu tiba mereka semua berkumpul dan berangkat bersama-sama ke UPH dengan membawa rasa percaya diri yang besar. Mereka dapat urutan yang paling akhir dalam perlombaan tersebut, tetapi itu semua tidak dapat mematahkan semangat mereka. Sampai akhirnya mereka di panggil untuk tampil. Setelah mereka tampil pada saatnya mereka di komentari. Mereka mendapatkan komentar yang kurang baik karena ketukan drumnya tidak sesuai dengan lagunya, tetapi ada juga komentar yang membuat mereka tidak terlalu bersedih karena dari antara peserta yang ada mereka adalah satu-satunya peserta yang sangat mempersiapkan kostum. Walaupun mereka mendapat komentar yang baik soal kostum, tetapi itu semua tidak dapat membuat mereka menang. Mereka kalah dalam perlombaan itu.
            “Teman-teman kita memang tidak menang dalam perlombaan kali ini, tetapi kan kita bisa berusaha dan berlatih lagi untuk lomba-lomba yang lain.” Ucap Ranata.
            “Kamu benar Renata seharusnya kita tidak perlu bersedih, karena walau kita kalah tetapi kita tidak pantang semangat untuk esok hari.” Jawab Sam.
            Setelah mereka mengalami keterpurukan, pada akhirnya band yang bernama survivor ini tetap semangat dan melangkan ke depan.
Kekalahan bukanlah akhir dari segalanya tetapi dari kekalahlah kita dapat belajar untuk mencapai kesuksesan.
Nama : Ruth Oktavia
Kelas : XII IPS 1

No.Absen : 27

Tidak ada komentar:

Posting Komentar