Rasa yang Terpendam
Riska
adalah murid SMA Kelas XI. Dia cewek yang humoris, penyanyang dan ia juga suka
menyanyi dan bermain gitar. Dengan badan yang kurus, kulit sawo mata, rambut
panjang yang biasa di kuncir satu. Dia
memiliki 3 sahabat. Ada Ivi yang paling cerewet di antara mereka. Ada juga Tina
yang pinter dan Angel yang hobinya traveling dan menyanyi.
Pada Jumat sore teman-temannya sudah
berkumpul di rumah Riska, seperti biasa mereka selalu berkumpul di hari Jumat
sore pukul 17.00. Entah itu membahas tugas sekolah atau hanya sekedar berbincang-bincang.
Tetapi kali ini mereka akan membahas tentang acara bazar di sekolahannya yang
akan di adakan pada hari Rabu minggu depan tepat ulang tahun sekolahanya. Riska
dan Alex di minta oleh wali kelasnya untuk mengisi acara. Sedangkan Tina dan Keisya
di minta untuk membawakan acara.
Setelah
selesai membahas bazar tiba-tiba Ivi bercerita tentang cowok yang ia taksir
pada saat ia temui di kantin beberapa hari yang lalu. Semua hampir tidak
mempercayai bahwa Ivi mempunyai cowok yang ia taksir karena selama ini setiap
mereka berempat berkumpul Ivi tidak mau penah membuka suara tentang kriteria
cowok yang ia dampakan sampai cowok yang ia taksir
Kemudian
Ivi menceritakan awal kejadian sebenarnya kepada teman-temannya. Lagi-lagi teman-temannya
tidak mempercayai apa yang barusan Ivi ceritakan tentang cowok yang ia taksir
karena cowok yang Ivi taksir merupakan cowok kelas XII dan juga merupakan
idaman setiap cewek yang ada di sekolah Akasia. Cowok yang pintar bermain
basket sekaligus juga kapten tim basket.
Tetapi
teman-temannya baru tersadar bahwa cowok yang Ivi taksir, pernah bertanya-tanya
soal Ivi. Dan teman-temanya menduga klo cowok itu juga mempunya perasaan yang
sama seperti Ivi yang mempunyai rasa suka terhadap cowok itu. Tetepi
teman-temannya tidak mau memberitau kepadanya
Setelah
selesai puas mengobrol pajang-lebar tepat pukul 18.30, teman-teman Riska pun
berpamitan untuk pulang.
***********************
Setelah Teman-teman Riska pulang. Tepat pukul
19.30, Alex dateng ke rumah Riska. Setelah Riska selesai makan malam bersama
keluarganya. Riska sempat kaget saat ada yang mengetuk pintu. Riska langsung
membuka pintu dan Riska langsung tertekun saat membuka pintu, ternyata Alex yang
yang datang.
Riska langsung mempersilakan Alex
masuk. Mereka berdua mengobrol di ruang tamu. Alex sebenarnya dateng ke Rumah
Riska hanya menayakan kapan kita latihan dan mau membawakan lagu apa saat acara
bazar yang di adakan pada hari Rabu depan. Tetapi tidak sadar mereka membahas
yang lain juga di luar acara bazar. Mereka mengobrol sampai pukul 20.00.
Setelah
Alex pulang, Riska langsung ke kamarnya. Sesampainya di kamar Riska, Riska senyum-senyum
sendiri mengingat-ingat kejadian yang baru ia alami. Ia tidak menyangka bisa
mengobrol lagi bersama Alex setelah kejadian di UKS bulan lalu. Selama di
sekolah Riska dan Alex jarang bertemu. Kalo saja ia bertemu paling cuma tersenyum.
Dan setelah kejadian itu lah Riska
jatuh cinta kepada Alex. Menurut Riska Alex adalah anak yang baik dan suka
menolong teman-temannya yang kesulitan, dan juga perhatian. Selain sifatnya,
Alex juga memiliki hobi yang hampir sama dengan Riska yaitu suka bernyanyi.
Makanya Riska tidak bisa
membayangkan gimana besok jika ia latihan bersamanya atau waktu tampil bersama.
Bisa-bisa ia susah untuk tidur membayangkan kejadian yang ia alami sepanjang
hari.
***********************
Keesokan harinya, tepat pukul 09.00
setelah Riska selesai mandi terdengar suara pintu di ketuk. Riska langsung
cepat-cepat keluar kamar setelah memasukan semuanya bawaan yang di perlukan
untuk latihan.
Sesampainya di ruang tamu ada papa
yang sedang mengobrol dengan Alex. Setelah beberapa menit papa tersadar bahwa
Riska sudah berdiri dari tadi di dekat televisi.
Papanya menyudahi pembicaraan dengan
Alex dan mereka berdua langsung berpamitan untuk pergi latihan.
***********************
Sesampainya
di sana mereka berdua di sambut oleh pelatih mereka. Pelatih mereka masih muda,
namanya Kak Nia. Selain menyanyi mereka juga di ajari koreo. Mereka latihan
selama dua jam. Setelah latihan selesai Alex mengajak Riska untuk makan siang
di dekat rumah latihan mereka.
Tepat pukul 13.00 Riska sudah sampai
di rumah di antar Alex. Ke dua orang tua Riska sudah menunggu Riska di ruang
makan untuk makan siang. Tetapi Riska langsung minta ijin untuk istirahat
siang. Orang tua Riska memakluminya karena mungkin Riska butuh istirahat
setelah latihan. Akhirnya kedua orang tua Riska makan berdua tanpa Riska.
Malamnya setelah makan malam
tiba-tiba hp Riska berbunyi. Ternyata Keisya yang menelponnya. Dia hanya
bertanya “Apa senin kamu ada jam kosong untuk melatih bagaimana menjadi pembawa acara?” karena sepengetahuannya,
Riska pintar juga dalam membawakan acara. Tetapi ternyata Riska tidak bisa
karena harus latihan nyanyi bersama Alex pulang sekolah.Mereka mengobrol hanya
15 menit saja. Setelah selesai mengangat
telepon Riska langsung tidur.
***********************
Keesokannya
Senin, sepulang sekolah Riska menunggu Alex di depan pintu gerbang . Kira-kira sudah
setengah jam Riska menunggu Alex, tetapi Alex juga tidak muncul. Tiba-tiba
Riska teringat bahwa sepanjang hari ini ia belom bertemu Alex. Riska langsung buru-buru
menuju ruang musik, tempat Alex dan Dodit latihan band. Sesampainya di sana
Riska tidak menemukan Alex, hanya Dodit, teman akrab Alex yang sedang bermain
piona. Riska langsung masuk dan buru-buru bertanya pada Dodit.
“Apakah
kamu tau kemana Alex?”, tanya Riska. Dodit langsung terkejut dengan bertanya
tersebut karena Alex sudah berpesan: “jangan beritau siapa”. Dodit binggung mau jawab apa. Dodit langsung
kebinggung menjawab. Tiba-tiba Riska membentak Dodit karena Dodit terlalu lama
menjawab. Kemudian Dodit menjawab dengan tergagap-gagap: “A... Alex s.......sudah
tidak s.......sekolah di sini lagi sejak hari ini, karena ke dua orang tuanya
di pindahkan tugas di Singapore”. Riska sontak kaget dengan kepergian Alex yang
mendadak ke Singapore, bukan karena gagal untuk berlatih bersama Alex, tetapi
Alex merupakan cinta pertamanya.
Tetapi Riska sadar bahwa ia tidak bisa
berbuat apa-apa lagi. Dan sekarang yang
perlu
hanyalah move on darinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar