Halaman

Sabtu, 21 November 2015

Rasa Yang Terpendam

                
Rasa yang Terpendam

Riska adalah murid SMA Kelas XI. Dia cewek yang humoris, penyanyang dan ia juga suka menyanyi dan bermain gitar. Dengan badan yang kurus, kulit sawo mata, rambut panjang yang biasa di kuncir satu.  Dia memiliki 3 sahabat. Ada Ivi yang paling cerewet di antara mereka. Ada juga Tina yang pinter dan Angel yang hobinya traveling dan menyanyi.
            Pada Jumat sore teman-temannya sudah berkumpul di rumah Riska, seperti biasa mereka selalu berkumpul di hari Jumat sore pukul 17.00. Entah itu membahas tugas sekolah atau hanya sekedar berbincang-bincang. Tetapi kali ini mereka akan membahas tentang acara bazar di sekolahannya yang akan di adakan pada hari Rabu minggu depan tepat ulang tahun sekolahanya. Riska dan Alex di minta oleh wali kelasnya untuk mengisi acara. Sedangkan Tina dan Keisya di minta untuk membawakan acara.
Setelah selesai membahas bazar tiba-tiba Ivi bercerita tentang cowok yang ia taksir pada saat ia temui di kantin beberapa hari yang lalu. Semua hampir tidak mempercayai bahwa Ivi mempunyai cowok yang ia taksir karena selama ini setiap mereka berempat berkumpul Ivi tidak mau penah membuka suara tentang kriteria cowok yang ia dampakan sampai cowok yang ia taksir
Kemudian Ivi menceritakan awal kejadian sebenarnya kepada teman-temannya. Lagi-lagi teman-temannya tidak mempercayai apa yang barusan Ivi ceritakan tentang cowok yang ia taksir karena cowok yang Ivi taksir merupakan cowok kelas XII dan juga merupakan idaman setiap cewek yang ada di sekolah Akasia. Cowok yang pintar bermain basket sekaligus juga kapten tim basket.
Tetapi teman-temannya baru tersadar bahwa cowok yang Ivi taksir, pernah bertanya-tanya soal Ivi. Dan teman-temanya menduga klo cowok itu juga mempunya perasaan yang sama seperti Ivi yang mempunyai rasa suka terhadap cowok itu. Tetepi teman-temannya tidak mau memberitau kepadanya
                Setelah selesai puas mengobrol pajang-lebar tepat pukul 18.30, teman-teman Riska pun berpamitan untuk pulang.
                               
***********************




                 Setelah Teman-teman Riska pulang. Tepat pukul 19.30, Alex dateng ke rumah Riska. Setelah Riska selesai makan malam bersama keluarganya. Riska sempat kaget saat ada yang mengetuk pintu. Riska langsung membuka pintu dan Riska langsung tertekun saat membuka pintu, ternyata Alex yang yang datang.
            Riska langsung mempersilakan Alex masuk. Mereka berdua mengobrol di ruang tamu. Alex sebenarnya dateng ke Rumah Riska hanya menayakan kapan kita latihan dan mau membawakan lagu apa saat acara bazar yang di adakan pada hari Rabu depan. Tetapi tidak sadar mereka membahas yang lain juga di luar acara bazar. Mereka mengobrol sampai pukul 20.00.
                Setelah Alex pulang, Riska langsung ke kamarnya. Sesampainya di kamar Riska, Riska senyum-senyum sendiri mengingat-ingat kejadian yang baru ia alami. Ia tidak menyangka bisa mengobrol lagi bersama Alex setelah kejadian di UKS bulan lalu. Selama di sekolah Riska dan Alex jarang bertemu. Kalo saja ia bertemu paling cuma tersenyum.
            Dan setelah kejadian itu lah Riska jatuh cinta kepada Alex. Menurut Riska Alex adalah anak yang baik dan suka menolong teman-temannya yang kesulitan, dan juga perhatian. Selain sifatnya, Alex juga memiliki hobi yang hampir sama dengan Riska yaitu suka bernyanyi.
            Makanya Riska tidak bisa membayangkan gimana besok jika ia latihan bersamanya atau waktu tampil bersama. Bisa-bisa ia susah untuk tidur membayangkan kejadian yang ia alami sepanjang hari.

***********************

            Keesokan harinya, tepat pukul 09.00 setelah Riska selesai mandi terdengar suara pintu di ketuk. Riska langsung cepat-cepat keluar kamar setelah memasukan semuanya bawaan yang di perlukan untuk latihan.
            Sesampainya di ruang tamu ada papa yang sedang mengobrol dengan Alex. Setelah beberapa menit papa tersadar bahwa Riska sudah berdiri dari tadi di dekat televisi.
            Papanya menyudahi pembicaraan dengan Alex dan mereka berdua langsung berpamitan untuk pergi latihan.                                               

***********************
                                   

                Sesampainya di sana mereka berdua di sambut oleh pelatih mereka. Pelatih mereka masih muda, namanya Kak Nia. Selain menyanyi mereka juga di ajari koreo. Mereka latihan selama dua jam. Setelah latihan selesai Alex mengajak Riska untuk makan siang di dekat rumah latihan mereka.
            Tepat pukul 13.00 Riska sudah sampai di rumah di antar Alex. Ke dua orang tua Riska sudah menunggu Riska di ruang makan untuk makan siang. Tetapi Riska langsung minta ijin untuk istirahat siang. Orang tua Riska memakluminya karena mungkin Riska butuh istirahat setelah latihan. Akhirnya kedua orang tua Riska makan berdua tanpa Riska.
            Malamnya setelah makan malam tiba-tiba hp Riska berbunyi. Ternyata Keisya yang menelponnya. Dia hanya bertanya “Apa senin kamu ada jam kosong untuk melatih  bagaimana menjadi pembawa acara?” karena sepengetahuannya, Riska pintar juga dalam membawakan acara. Tetapi ternyata Riska tidak bisa karena harus latihan nyanyi bersama Alex pulang sekolah.Mereka mengobrol hanya 15 menit saja.  Setelah selesai mengangat telepon Riska langsung tidur.

***********************


Keesokannya Senin, sepulang sekolah Riska menunggu Alex di depan pintu gerbang . Kira-kira sudah setengah jam Riska menunggu Alex, tetapi Alex juga tidak muncul. Tiba-tiba Riska teringat bahwa sepanjang hari ini ia belom bertemu Alex. Riska langsung buru-buru menuju ruang musik, tempat Alex dan Dodit latihan band. Sesampainya di sana Riska tidak menemukan Alex, hanya Dodit, teman akrab Alex yang sedang bermain piona. Riska langsung masuk dan buru-buru bertanya pada Dodit.
“Apakah kamu tau kemana Alex?”, tanya Riska. Dodit langsung terkejut dengan bertanya tersebut karena Alex sudah berpesan: “jangan beritau  siapa”. Dodit binggung mau jawab apa. Dodit langsung kebinggung menjawab. Tiba-tiba Riska membentak Dodit karena Dodit terlalu lama menjawab. Kemudian Dodit menjawab dengan tergagap-gagap: “A... Alex s.......sudah tidak s.......sekolah di sini lagi sejak hari ini, karena ke dua orang tuanya di pindahkan tugas di Singapore”. Riska sontak kaget dengan kepergian Alex yang mendadak ke Singapore, bukan karena gagal untuk berlatih bersama Alex, tetapi Alex merupakan cinta pertamanya.
Tetapi Riska sadar bahwa ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Dan sekarang yang
perlu hanyalah move on darinya.

              

Tidak ada komentar:

Posting Komentar