Halaman

Senin, 30 November 2015

MY FIRST LOVE DILEMA


''MY FIRST LOVE DILEMA''

Siapa yang tak kenal sosok evelyn? Evelyn adalah sosok siswi idaman disekolahnya. Ia memiliki postur tubuh bak seorang pramugari, disamping itu ia juga memiliki ciri fisik yang mendukung penampilannya. Evelyn memiliki kulit yang putih, mata belo, hidung mancung, serta rambut panjang lurus yang indah. Disamping itu evelyn juga memiliki kepribadian yang baik. Tak salah jika ia memiliki banyak teman, dan menjadi wanita idaman disekolah.
Banyak sekali teman lawan jenisnya yang ingin lebih mengenal sosok evelyn, tetapi masih belum ada yang membekas dihati evelyn. Hingga evelyn bertemu dengan leon, yang mampu menggoreskan sebuah kesan mendalam saat pertama kali bertemu. Evelyn bertemu dengan leon saat dikantin, leon tak sengaja menumpahkan minuman diseragam evelyn. "aduhh maaf, aku tidak sengaja" kata leon dengan nada menyesal. "tidak apa-apa, ini bisa dibersihkan kok. Hanya noda kecil" kata evelyn santai, disertai seulas senyum dibibirnya. "sorry banget ya, aku gak sengaja tadi. kalau nodanya susah hilang besok kasih bajunya ke aku aja ya evelyn*sambil liat nametag diseragam evelyn* dikelas 12 ipa 3, biar aku laundry " kata leon dengan nada menyesal sambil menawarkan untuk melaundrykan baju evelyn. "oo gausa repot-repot kak, kan sudah kubilang ini hanya noda kecil. Dicuci pasti nodanya sudah hilang kok kak, hihihi. Hmm aku balik kelas duluan ya kak, mari" kata evelyn lembut disertai ulasan senyum. "oo iya iya" kata leon.
Sejak tragedi itu, jika mereka bertemu mereka selalu memberikan sebuah senyuman atau saling sapa "say Hello". Lalu, tak lama kemudian mereka akrab. Saling bertukar kontak. Dan chattingan.
Tak lama perkenalan yang tak disangka dan singkat itu saling mendekatkan mereka, yang dulunya tak pernah mengenal menjadi saling mengenal satu sama lain. Serta selalu memberikan kabar satu sama lain. Evelyn merasakan perasaan nyaman, nyaman jika bersama leon. Tapi tak tau apakah leon juga merasakan hal yang sama dengan evelyn? Saling merasakan perasaan nyaman itu.
Hari-hari mereka berlalu dengan indah. Hingga akhirnya leon juga dekat dengan sosok wanita lain. Wanita itu sepantaran dengan leon, tidak seperti evelyn yang hanya adik kelas. Evelyn mulai merasakan perasaan cemburu. Perhatian leon juga sudah mulai berkurang kepada evelyn. Rela tak rela, mau tak mau, evelyn harus merelakan membagi perhatian leon untuk wanita itu. Evelyn sadar jika ia tak berhak marah ataupun protes ke leon jika perhatiannya berkurang, karna evelyn bukan siapa-siapa leon.
Evelyn bimbang dengan perasaan yang ia rasakan kepada leon. Ia mencoba mencurahkan segala isi hatinya kepada leon. Evelyn juga memberikan pilihan untuk leon, leon harus memilih salah satu diantara kedua wanita ini. Leon pun bimbang, ia tak bisa memilih salah satu diantara kedua wanita tersebut. Leon sama-sama merasakan nyaman jika dekat dengan kedua wanita itu. Leon juga memberitau kepada evelyn, jika ia akan melanjutkan program studynya diluar negeri, amerika.
Evelyn bingung, apa yang harus ia lakukan. Ia tak mau jika hubungannya menggantung, diambang ketidakpastian. Disisi lain ia juga sedih, jika leon harus pergi meninggalkan indonesia dan dirinya untuk melanjutkan program studynya. Evelyn tau,ini pilihan leon, ini impian leon yaitu study di amerika. Dengan berat hati, evelyn mulai menjauhi leon secara perlahan. Ia tak mau terlalu merasakan rasa sakit jika harus ditinggalkan oleh leon.
Hubungan mereka pun tak seakrab yang lalu. Leon tau ini pilihan evelyn, dengan berat hati leon menghargai keputusan evelyn untuk menjaga jarak dengannya. Leon juga tak ingin jika evelyn merasakan rasa sakit yang begitu mendalam jika ia pergi meninggalkan evelyn. Sejak saat itu mereka sudah jarang chattingan, memberikan kabar, serta jarang mengucapkan "say Hello". Mereka seperti tak pernah mengenal satu sama lain. Mereka merasakan ada rasa canggung diantara mereka jika mereka bertemu.
Hingga saat-saat menyedihkan itu tiba. Detik-detik dimana leon harus meninggalkan evelyn. Evelyn pun ikut keluarga leon untuk mengantarkan leon ke bandara. Evelyn diam seribu bahasa, tak ada sepatah kata pun yang terucap dari bibir evelyn. "lyn.. Aku tau kamu marah sama aku. Aku juga gak bisa ngelarang kalau kamu marah sama aku, itu hak kamu. Tapi mau sampe kapan kamu kayak gini? Diem seribu bahasa. Yaudalah, aku cuma mau bilang makasih ke kamu, untuk semuanya yang pernah kita lakuin bersama. Aku tau ini semua gak adil bagi kamu. Tapi gimana lagi, ini mimpi aku, aku pingin ngelanjutin studyku diluar. Trus untuk perasaan yang lalu, aku tetep merasaakan perasaan yang sama, perasaan aku ke kamu gak akan berubah. Kamu yang rajin juga, sekarang udah kelas 12 harus lebih rajin lagi, gak boleh nakal" kata leon ke evelyn sambil memeluk evelyn. Evelyn tetep gabisa berkata apa-apa, seketika ia jatuh dalam pelukan leon. Hanya cucuran air mata evelyn yang mampu mengartikan perasaan evelyn sekarang. Ia tak mau lepas dari pelukan leon. "udah sampe kapan kamu mau nangis terus? Sini.." kata leon lembut sambil melayangkan ciuman dikening evelyn. "udah jangan nangis lagi, ntar tambah jelek loh. Hmm aku pergi dulu ya, jaga diri kamu baik-baik daaa..." kata leon lembut kepada evelyn lalu pergi meninggalkan evelyn dan keluarganya.
Sejak saat itu, evelyn sadar bahwa sebenarnya leon juga memiliki perasaan yang sama dengannya. Hubungan leon dengan wanita itu hanya sebatas teman gak lebih, rasa sayang leon hanya untuk evelyn seorang. Jarak tidak dapat memisahkan mereka berdua. Karna, kunci hubungan jarak jauh hanyalah kepercayaan dan komunikasi. Evelyn dan leon tetap menjaga hubungan dengan menyempatkan untuk chatting ataupun telepon.





Yemima Aprilia U
XXI IPS I / 30


Artikel Pendidikan Kurikulum 2013

ARTIKEL PENDIDIKAN: KURIKULUM 2013

Kurikulum 2013 atau Pendidikan Berbasis Karakter adalah kurikulum baru yang dicetuskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kurikulum 2013 merupakan sebuah kurikulum yang mengutamakan pemahaman, skill, dan pendidikan berkarakter, siswa dituntut untuk paham atas materi, aktif dalam berdiskusi dan presentasi serta memiliki sopan santun disiplin yang tinggi. Kurikulum ini menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang diterapkan sejak 2006 lalu. Dalam Kurikulum 2013 mata pelajaran wajib diikuti oleh seluruh peserta didik di satu satuan pendidikan pada setiap satuan atau jenjang pendidikan.Mata pelajaran pilihan yang diikuti oleh peserta didik dipilih sesuai dengan pilihan mereka.Kedua kelompok mata pelajaran tersebut (wajib dan pilihan) terutama dikembangkan dalam struktur kurikulum pendidikan menengah (SMA dan SMK) sementara itu mengingat usia dan perkembangan psikologis peserta didik usia 7 – 15 tahun maka mata pelajaran pilihan belum diberikan untuk peserta didik SD dan SMP. Sejak kurikulum ini mulai diuji-cobakan 15 Juli 2013 yang dilaksanakan pada sekolah piloting pada 6.236 sekolah di seluruh Indonesia. Sekolah yang telah melaksanakan Kurikulum 2013 berkisar 3,62% dan sekolah yang belum melaksanakan Kurikulum 2013 ialah 96%. Tahun 2014 pemerintah pun menerapkan kurikulum itu di setiap satuan pendidikan di Indonesia, mulai dari SD berjumlah 116.000, SMP berjumlah 35.000, sampai ke sekolah menengah atas (SMA/SMK/MA) yang lebih dari 16. 000 sekolah.
Pelaksanaan Kurikulum 2013 pada sekolah piloting satu tahun berjalan masih menimbulkan permasalahan. Betapa banyak peserta didik yang hebat mengunduh informasi dari dunia maya, tetapi mereka tidak mampu menuliskan dan mengunggahnya. Setelah informasi diperoleh, peserta didik pun kesulitan menyampaikannya secara ilmiah. Akankah kita biarkan peserta didik yang tidak pandai menulis dan tidak tidak mampu berbicara ini? Guru masa depan diharapkan piawai membelajarkan siswa melalui sayap menulis dan berbicara agar Kurikulum 2013 tidak tinggal nama. Implementasi pendekatan saintifk Kurikulum 2013 telah mengisyaratkan kemampuan itu melalui Permendiknas 81 A Tahun 2013. Guru yang tidak mau meng-upgrade diri akan ditinggalkan zaman atau zaman yang akan meninggalkan mereka. Akan berartikah di mata peserta didik jika tidak mampu menulis dan tidak cakap menyampaikan ide secara baik dan benar? Pendekataan saintifik telah digadang-gadang Kurikulum 2013 bermuara pada kedua kemampuan penopang kemampuan peserta didik dalam hal menulis dan berbicara. Untuk mengomunikasikan keilmuannya, media elektronik internet dapat dijadikan guru sebagai fasilitas langsung peserta didik untuk mewarnai pembelajaran. Sebutlah pada tataran pengamatan, pertanyaan, dan penalaran yang baik dapat diakses kapan saja oleh peserta didik. Muaranya ialah peserta didik harus mampu menulis dan hebat berbicara secara ilmiah. Pengambil kebijakan dan kepala sekolah patut merencanakan sederetan program yang dibutuhkan guru dan peserta didik secara nyata. Terbatasnya model belajar, strategi, dan metode pembelajaran guru dinyatakan pemicu lambatnya percepatan pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah. Guru hebat akan membelajarkan peserta didiknya. Pelaksanaan penilaian autentik dengan segala formatnya dirasa rumit sehingga menjadikan guru pasrah, tetapi tak rela karena guru masih mencari format yang tepat.

Ketika seminar dan ceramah-ceramah tidak mangkus lagi mendongkrak mutu belajar, saatnya pengambil kebijakan mengiringinya dengan program supervisi yang jelas, tegas, dan berkelanjutan. Guru terpilih dengan sebutan guru master atau guru inti pada Kurikulum 2013 masih berada pada titik lembam. Nyaris tak bergerak atau tidak digerakkan dengan program dan dana yang menggiringinya. Akibatnya siswa "mabuk" dengan label Kurikulum 2013, sedangkan proses pembelajaran masih seperti "taralah" juga. Guru masa depan tidak akan mengebiri perkembangan peserta didiknya. Didiklah peserta didik sesuai zamannya. Ungkapan ini merupakan cimeti guru untuk berubah ke arah lebih baik. Alangkah tak elok apabila masih ada guru yang mencari pembenaran diri, seraya berkata, "Dulu saya menggajar seperti ini juga, banyak peserta didik yang berhasil" mereka 'jadi orang' juga. Pernyataan ini sudah tak zaman lagi. Faktor guru masih dijadikan sorotan utama dalam mengaplikasikan kurikulum ini. Perubahan kurikulum akan menimbulkan penyempunaan cara belajar. Peserta didik berharap banyak pada guru sambil berusaha keras untuk menunggu perubahan yang berarti. Mereka ingin menjadi orang hebat, sedangkan program model pembelajaran guru untuk mengaplikasikan pendekatan saintifik Kurikulum 2013 masih belum kokoh bagi guru. Peserta didik menunggu penyempurnaan pembelajaran dari pemerintah. Inovatif guru sangat dinanti.
 Model pembelajaran yang menyenangkan sangat mereka tunggu. Permendikbud Nomor 54 Tahun 2013 tegas menyatakan esensi perubahan Kurikulum 2013 tentang standar kompetensi lulusan (SKL) yang bermuara pada kriteria kualifikasi sikap, kemampuan, dan keterampilan. Pendekatan awal pengamatan dapat dilakukan peserta didik dengan melihat, membaca, mendengar/menyimak. Keterampilan bertanya pun perlu dimiliki guru untuk memancing peserta didik mengembangkan diri sambil mengasah daya nalar yang diukur dengan penilaian autentik. Permendikbud Nomor 66 Tahun 2013 yang berisi tentang standar penilaian menuntut adanya format yang harus disiapkan guru. Sementara orang tua peserta didik saat menerima rapor tidak paham sepenuhnya dengan nilai rapor anaknya. Selain tuntutan aturan, guru sulit memberi alasan kepada orang tua peserta didik yang menanyakan alasan sekolah mengkonversi nilai dari puluhan sampai 100 hingga diubah menjadi nilai A, B, C, dan D. Keterampilan berbicara ilmiah dan melahirkan ide yang jelas sumbernya sangat penting dimiliki peserta didik adar mereka bertanggungjawab, dan bekerja menurut prosedurnya. Ketidakmampuan peserta didik menulis dan berbicara secara ilmiah akan berdampak nyata pada pembelajaran untuk menyelesaiakan masalah fenomena kehidupan. Di sini peran guru memfungsikan kelas sebagai miniatur kehidupan nyata dengan memanfaatkan berbagai sumber media cetak, elektronik, internet, dan teknologi di sekolah. Guru profesional seharusnya memiliki kapasitas yang memadai untuk melakukan tugas membimbing, membina, dan mengarahkan kemampuan maksimal peserta didik belum terbiasa dengan teknologi dan menggunakan berbagai aplikasi teknologi. Peran guru sangat penting dan strategis, terutama dalam memberikan bimbingan, dorongan, semangat, dan fasilitas kepada peserta didik. Penguasaan terhadap iptek memang harus diiringi pemahaman etika. Sikap yang baik akan melahirkan peserta didik yang mampu memanfaatkan teknologi untuk kemajuan dirinya.
 Dengan demikian, peserta didik akan mampu mengembangkan kapasitasnya diri mereka hingga menjadi pribadi kuat, ulet, kreatif, disiplin, dan berprestasi, sehingga tidak menjadi korban dan tertindas oleh zaman. Peran pendidikan sangatlah penting untuk meningkatkan harkat dan martabat suatu masyarakat dan bangsa. Melalui Kurikulum 2013 bangsa akan kuat dan memiliki kemampuan bersaing dengan bangsa lain. Kurikulum 2013 menghendaki karakteristik masyarakat pada abad 21 mampu menghadapi tantangan melalui pembelajaran. Di sini nyali guru akan teruji untuk menyongsong tantangan. Guru profesional yang berada pada masyarakat abad 21 dengan mudah mengakses informasi lewat dunia maya dimimpikan mengangkat fenomena rendahnya mutu pendiidkan. Guru yang profesional akan membelajarkan peserta didik untuk memiliki ilmu pengetahuan, teknologi, berprestasi, dan beretika. Tantangan bagi guru profesional menghadapi globalisasi adalah membelajarkan peserta didik sesuai zamannya berbingkai ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menanamkan sikap disiplin, kreatif, inovatif, dan kompetitif melalui pendekatan saintifik Kurikulum 2013. Orang tua peserta didik diharapkan ambil bagian pula bersama komite untuk menopang percepatan dan kecepatan kemajuan pendidikan. Kurikulum 2013 sesuai yang digembar-gemborkan sebe­lumnya, diharapkan dapat memberikan harapan baru dalam me­wujudkan pendidikan Indonesia yang maju, mandiri, dan dapat berdiri tegak di hadapan bangsa-bangsa lainnya. Semoga.


                                                                                                                        David Jonathan

                                                                                                                        XII IPS 1/6

Berawal dari gramedia

“Berawal dari gramedia”
Hendro prayitto

Hari ini hari minggu, waktunya aku untuk bermalas-malasan.

Tiba-tiba saja handphone ku berdering, kulihat hani memanggil (hani itu teman sekelasku sekaligus sahabatku dari kecil). Aku segera menekan tombol terima.

“hallo.. ada apa han? Hari minggu gini tumben telepon?”.tanyaku.

“hallo dew.. maaf ya ganggu. Kamu mau gak temenin aku ke mall sekarang?”.jawab hani di seberang sana.

“memang kamu mau ngpain?”.tanyaku lagi heran.

“ada aja, sekarang aku jemput kamu ya.. kamu dandan yang cantik. Byee”.tanpa permisi hani langsung saja menutup telepon.

Aku sedikit dongkol karna ulahnya, dengan sedikit malas aku dandan sesuai permintaan sahabatku ini.


Selang beberapa menit hani sudah berada didepan rumahku. Akupun segera menghampirinya.

“udah siap dew?”.tanyanya

“udah”.jawabku singkat.

“yaudah yu jalan”. Hani menarik tanganku, akupun hanya pasrah saja melihat tingkah aneh sahabatku itu.


Sesampainya di mall hani mengajakku menuju gramedia salahsatu tempat favoritku karna aku senang membaca. Tepatnya membaca novel percintaan J

Disitulah aku mulai senang dan tidak BT lagi.

“hmmmmmm kirain mau ngpain, ternyata kamu ngajakin aku kesini toh. Kalau kesini aku juga mau han. Memang kamu mau beli novel? majalah? Artikel? atau apaan?”. Tanyaku panjang lebar tanpa ada koma sedikitpun.

“duh cerewet, kamu tunggu disini sebentar aja aku lagi nyari orang nih”.ucap hani yang tampaknya bingung mencari-cari seseorang diantara kerumunan orang.

Dan aku tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk membaca novel gratis disini.

Sedang asik-asiknya aku membaca novel favoritku, tiba-tiba ada seorang cowo mendekatiku. Jelas saja aku merasa terganggu.

“hai..”. sapa cowo yang sama sekali aku tidak mengenalinya.

“hai.. ada apa ya?kamu siapa?aku ga kenal sama kamu”.ucapku sambil terus membaca novel yang aku baca.

“kamu dewi kan?”.tanyanya.

“iya.. kamu tau dari mana namaku?”.ucapku lagi tanpa melihat sedikitpun wajahnya,karna aku tidak peduli.

“kenalin, namaku panji. kamu temannya hani kan?”.tanyanya

Mendengar nama hani, sontak saja aku teringat dengan sahabatku itu. “dia pasti mencariku, astaga aku sampai lupa karna asiknya membaca novel”.gumamku dalam hati.

“kamu tau gak hani dimana? Aku lupa kalau tadi bareng dia kesini. Dia suruh aku buat tunggu sebentar karna dia sedang mencari seseorang, tapi aku begitu saja beranjak tanpa memperdulikan perkataannya”. Wajahku sontak berubah menjadi panik.

Panji hanya tersenyum mendengar perkataanku. Entah aku tak mengerti apa maksudnya.

“ko senyum-senyum sih?aku kan tanya sama kamu, jawab dong..”.ucapku sedikit kesal.

“kamu gak perlu panik gitu, hani sudah pulang dari tadi. Dia bawa kamu kesini karna aku yang suruh. Aku sudah lama memperhatikan kamu tiap kali kamu kerumah hani karna rumahku dan hani berdekatan”.ucapnya dengan tersenyum-senyum.

Aku sedikit kesal dengan hani karna seenaknya saja dia mempertemukan aku dengan cowo yang aku gak kenal sama sekali.”awas saja kamu han”.gumamku dalam hati.

“ko diem?”.dia melanjutkan pembicaraannya.

“hmmmm gak apa-apa ko”.

Itulah awal pertemuan aku dengan panji.



                                                                                                                                   

Pagi harinya aku segera menemui hani disekolah.

Kulihat hani sudah berada dikelas, aku langsung mendekatinya.

“heh..”. ku mengawali pembicaraan dengan nada yang sedikit kesal.

“apa? Gimana kemaren?”.jawab dia dengan santainya.

“kamu itu han kurang kerjaan banget sih! Kenapa kamu gak bilang dari awal kalau kamu itu mau ketemuin aku sama teman kamu?”.tanyaku sedikit dongkol.

“sorry sorry, abis kalau gak gitu caranya kamu gak bakal mau dew”.

“hmmmmmmmm”.

“ko hmmmmm? gimana?”.tanyanya penasaran.

“ya gak gimana-gimana”.jawabku singkat.

“panji itu sudah lama memperhatikan kamu, dia tiap hari kerumahku untuk mencari tau tentang kamu dew”.dia bercerita panjang lebar dan aku hanya diam membisu tanpa sedikit berkomentar.

“malah diem jeh.. jadi kamu mau gak dekat dengan dia?”.tanya nya lagi.

“gak tau aku malas kenal-kenalan kaya gitu..”.jawabku

“dicoba apa salahnya sih dew, lagipula dia orangnya baik ko”.hani mencoba meyakinkan ku.

“lihat ntar aja deh”.jawabku dengan sedikit malas, karna aku masih sedikit dongkol dengan ulahnya kemaren.

                                                                        ‘’

Teeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet teeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet

Bel pulang berbunyi, semua siswa-siswi berhamburan keluar kelas tak ketinggalan aku dan hani.

“dew, kerumahku yu aku ga ada teman nih dirumah, orang rumah lagi ke bandung nengok nenekku sakit. Plies..”.hani memohon.

“iyaa”.jawabku singkat.

Kami berduapun bergegas menuju rumah hani.

Sesampainya dirumah hani kulihat ada seorang cowo yang tak asing lagi, nampaknya aku pernah melihat sosoknya tapi entahlah dimana aku lupa.

“kok melamun?ayo masuk”.hani membuyarkan lamunanku.

“hai dew, akhirnya kita bisa ketemu lagi..”.sapa cowo yang sampai sekarangpun aku belum sadar siapa dia sebenarnya.

“hai juga..sepertinya aku pernah melihat kamu. Tapi dimana yaaaa aku lupa”.aku mencoba mengingat-ingat.

“aku panji..masa kamu lupa sih baru aja kemaren kita ketemu di gramedia”.panji mengingatkan.

“ooooooooooooo iyaiya ku baru ingat”.

“ntar besok pulang sekolah ke gramedia yuu”.ajak panji

Dalam hatiku, aku senang dia mengajakku ke gramedia karna itu memang tempat favoritku. Tapi, aku belum mengenal dia sebenarnya.

“gimana?”.tanyanya.

“yaudah deh aku mau, tapi ajak hani juga ya..”.pintaku padanya.

“sorry dew besok aku gak bisa..aku disuruh kerumah tanteku. Kamu bedua aja gih.”jawab hani yang rupa-rupanya sengaja agar aku dan panji menjadi dekat.

“iya udah deh”.akhirnya aku mengiyakannya.

“yaudah ntar pulang sekolah aku jemput ya dew”.sambung panji.

“iyaa..”.jawabku.



                                                                                                                                               

Malam harinya aku selalu teringat pada sosok panji.

Aku teringat akan awal pertemuan kami. Pertemuan yang tidak pernah ku duga sebelumnya. Aku suka cowo yang gemar membaca karna aku sendiri gemar membaca.

Aku harap panji cowo seperti apa yang aku inginkan.

Kulihat jam menunjukkan pukul 22:00 wib, aku segera beranjak untuk tidur karna tidak biasanya aku tidur larut malam seperti ini.



                                                                        ‘’

Sinar matahari terik membangunkanku dari tidur.

Aku segera bangun untuk mandi. Hari ini entah mengapa rasanya aku sangat semangat tuk menuju sekolah.

Ya.........mungkin karna hari ini aku akan diajak ke gramedia oleh seseorang..atau justru aku sedang jatuh cinta pada seseorang yang mengajakku ke tempat itu...entahlah biar waktu yang menjawab semuanya.



Setibanya disekolah aku langsung menemui hani yang sudah berada dikelas.

“pagi haniku sayang....”.sapaku dengan wajah berseri-seri.

“pagi juga...tumben banget kamu menyapaku seperti itu”.tanya hani bingung.

“emang gak boleh?gak tau nih hari ini rasanya aku mau menyapa kamu dengan lembut aja”.jawabku.

“hmmmmmm coba aku tebak..kamu lagi jatuh cinta ya?”.hani menyelidiki.

“mau tau ajaaaaaaa”.jawabku sedikit centil.



                                                                        ‘’





Teeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet teeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet

Bel pulang berbunyi.....

“han aku duluan ya..panji udah nunggu didepan nih”.ucapku pada hani yg masih membereskan buku.

“iyaa good luck yaaa”.jawabnya

“iyaa.. byee”.

“byeee”.

Akupun segera menemui panji didepan sekolah.

Kulihat panji sedang mencari-cari sosokku di kerumunan banyak orang.

“hai.. aku disini”.ku lambaikan tanganku agar panji melihatku.

“hai.. ayo cepat berangkat, aku mau nyari novel terbaru nih takut kehabisan”.ucapnya dengan nada terburu-buru.

“iya.. kamu suka novel juga?”. Ucapku girang karna akhirnya harapanku terwujud, ternyata dia juga gemar membaca.

“iya sayang....”.ucap panji.

Teg... jantungku berdebar mendengar perkataannya karna baru kali ini ada cowo yang manggil aku sayang . Dan entah mengapa aku senang mendengarnya.

Ya tuhan.......... baru aku merasakan seperti ini. Apakah aku memang sedang jatuh cinta pada sosok cowo yang sedang bersamaku ini?????

“dewi..udah sampe nih”.ucapan panji membuyarkan lamunanku.

“eeeeh iya..”.jawabku sedikit gemetar.

“ayo ikut aku mencari novel”.ajak panji sambil menggandeng tanganku.

“iya..”.ucapku gugup.



Setelah beberapa menit mencari-cari, akhirmya dia menemukan novel yang dicarinya.

“alhamdulillah, ternyata masih ada novelnya”.ucapnya merasa senang.

Kulihat novel itu berjudul “ CINTAKU BERAWAL DARI GRAMEDIA”.

“Lucu juga judulnya..kubaca sekali lagi judulnya: “ CINTAKU BERAWAL DARI GRAMEDIA”. Judul itu mengingatkanku akan kejadian waktu itu karna berawal dari gramedia lah aku bertemu dengannya”. Gumamku dalam hati.

Setelah membayarnya dikasir, dia mengajakku ke taman yang tidak jauh dari mall.

“dewi..”.ucapnya sambil memegang tanganku.

“iyaa kenapa?”.jawabku semakin gugup.

“dari awal aku melihatmu aku sudah jatuh hati padamu dewi..kamu tau mengapa aku setengah mati mencari novel ini? (sambil menunjukkan novel yang baru dia beli)

Kamu ingat kan waktu kita bertemu di gramedia? Aku tidak sengaja melihat novel itu dan aku ingin membelinya karna judul itu pas banget seperti kisahku padamu. Tapi sayang saat itu aku lupa membawa dompet. Akhirnya baru bisa beli sekarang deh..”.ceritanya panjang lebar.

“terus???”.jawabku singkat.

“terus.......... novel ini buat kamu.. dan aku mau novel ini menjadi saksi kisah cinta kita.

kamu mau kan?”.dia menyatakan perasaannya padaku.

Teg........................perasaanku menjadi tak karuan mendengar kata-katanya.

“Dari dulu aku memang mengidamkan sosok cowo sepertinya, dan tak ada alasan lagi aku tuk menolaknya”.gumamku dalam hati.

“gimana wi?”.ucapnya lagi.

“aku mau”.jawabku cepat.

“makasih ya sayang..aku sungguh bahagia mendengarnya”.ucapnya sambil memelukku.

“iya sama-sama sayang”.

To Be Continue ..........

Cerpen cinta karya Kariyah Nooraeni

CINTA CINTA DAN CINTA

 CINTA CINTA DAN CINTA

            Riedho lel zabaa iskandar adalah namaku dengan postur tubuh yang cukup tinggi , badan yang lumayan kurus, serta rambut yang hitam, aku menjalani hari – hariku. Saat ini aku berusia tujuh belas tahun, di usiaku ini, aku memiliki banyak teman dan sahabat. Menurut mereka, aku ini termasuk pribadi yang baik, suka berbagi, bersahabat, seru, ramah, periang dan kalau urusan mencari ide, aku cukup kreatif. Banyak yang bilang aku ini memiliki ketampanan di atas rata – rata dengan kulitku yang putih, kepala ovalku , mata sipitku serta gigiku yang kawatan. Meskipun banyak yang bilang juga aku pesek, aku tetap percaya diri karena aku tau kalau itu semua hanya bahan candaan kami.

Meskipun sudah berusia remaja, aku memiliki suatu masalah, yaitu dalam masalah cinta. Boleh di bilang, aku kurang peduli soal masalah ini, karena menurutku sulit sekali untuk mendapatkan seorang tersebut. Kisah cintaku, di mulai dari masa – masa SMP, di mana aku duduk di kelas sembilan. Di SMP, aku merupakan murid baru, karena aku baru saja pindah ke Surabaya. Aku bertemu gadis bernama Celine, menurutku dia itu sosok wanita yang cantik, seru, dan sangat menarik. Dia memiliki saudara kembar, tetapi aku lebih memilih dia, karena dia juga lumaya dekat denganku meski aku masih baru disekolahku ini. Aku semakin tertarik dan akrab dengannya, setiap harinya aku selalu berbagi cerita dengannya, hubungan ini terus berlanjut bahkan hingga aku di awal SMA. Meski akrab, hal yang membuatku tidak percaya diri adalah, setelah lama kenal, akhirya aku tau, bahwa Celine adalah tipe orang yang memang dekat pada semua orang, dan semenjak bersekolah di SMA, hubungan kita semakin renggang hingga akhirnya hubungan ini berakir tanpa pernah aku sempat menyatakan Cinta.
Masa SMA, masa di mana aku sampai sekarang menjalani hidup, masa yang banyak memberiku pelajaran tentang cinta. Di SMA, aku lebih banyak dekat dengan wanita, tapi semua hanya kuanggap sebagai sahabat saja, Akupun belum tertarik dengan seorangpun, meski dekat dengan wanita bahkan boleh di bilang sangat dekat dengan salah satu wanita yang sekarang ini akhirnya hanya menjadi sahabat dekatku. Jupe, adalah sahabat dekatku, yang sering menasehatiku soal Cinta, dari kelas sepuluh hingga sekarang, meski begitu, Jupe juga baru meneukan pasangannya di akhir kelas sebelas. Jupe pernah menyemangatiku untuk mengejar salah satu wanita yang menurutku nyaris seperti Celine, menerut teman – temannya wanita ini juga tertarik denganku, sehingga aku semakin dekat dan dekat dengannya. Tapi sekali lagi, aku gagal mendapatkannya, aku gagal karena sewaktu itu, sempat terjadi konflik antara dia dan teman – temannya terhadap temanku yang dulu mencoba mengejarku juga. Selain masalah tersebut, ketidak jelasan lanjutan hubungan, membuat aku patah semangat, dan jupe pun akhirnya hanya memberiku nasihat untuk memilih sesuatu yang baik menurutku, dan karena meski telah mendapat banyak nasihat dan bantuan tetapi tetap tidak ada kejelasan, akhirnya akupun memutuskan untuk menjadikan dia hanya sebagai sahabatku.


Kisah cinta yang berujung satu hubungan, hanya aku pernah aku alami sekali saja, sewaktu aku mendekati akhir kelas sebelas. Aku menemukan seorang yang dari dulu sudah dekat denganku, kami akrab dan jupe juga selalu mendukungku dengannya. Tapi hubungan itu hanya berjalan sekitar sebulan, aku menyadari bahwa aku hanya bisa menyayanginya sebagai sahabat. Putusnya hubunganku dengannya tentu berdampak banyak, mulai dari lepasnya persahabatan kami, hingga beberapa masalah kecil yang berurutan datang, meskpun begitu jupe tetap setia membantu menghadapi meskipun awalnya dia juga cukup kecewa.  Tapi dari semua yang aku alami setidaknya aku belajar bahwa cinta itu tidak bisa di paksakan, dan aku percaya semua bakal indah pada waktunya. 

Minggu, 22 November 2015

Cerita Romantis "Good Bye" Yang Menyedihkan

Cerita Romantis "Good Bye" Yang Menyedihkan


Setya adalah seorang anak SMA yg suka main game, dan dia menghabiskan waktunya untuk bermain game Lostsaga selama 6 jam perhari, dan hingga suatu saat dia ketemu ama cewe namanya Arin di game tersebut waktu demi waktu dan akhirnya mereka janjian untuk bertemu, Arin tinggal di Bandung sedangkan Setya tinggal di Jakarta, Arin sebenernya sudah ada cowo juga di Bandung, tetapi si Setya ga tau soalnya dirahasiain.. hingga pada suatu saat,

The Meaning of Love

THE MEANING OF LOVE
Karya Grace Nandalena

Braakkk!!!!
Aku memukul meja karena kesal. Berbekal muka kusut dan bibir cemberut berhasil membuat mama berdecak melihatku.
“kenapa kok mukanya kaya di tekuk gitu?” Tanya mama dengan lembut. Ku balas dengan masuk ke kamar tanpa menghiraukan pertanyaan mama. Mama hanya menggelengkan kepalanya. Mungkin heran dengan tingkah laku anak pertamanya ini yang pulang dari sekolah membawa suasana badmood.
“uuh! Kenapa sih harus kaya gini ceritanya!! Aku selalu dapat masalah setiap aku menginginkan sesuatu. Termasuk menyukainya!!! Argh!” gurutuku kesal.

Cerita Cinta

Cerita Cinta

Badannya yang gendut, mukanya yang bulat, matanya yang sipit, dan bibirnya yang tebal menjadi ciri khas dirinya. Senyuman dan ketawanya yang unik selalu menghiburku .Dia adalah Yemima salah satu sahabat baikku di kelas. Kedekatanku di kelas dengannya membuatku sering curhat dan berbagi pengalamanku sehari – hari dengannya. Dari pengalaman bahagia, unik, dan sedih semuannya ku ceritakan padanya. Semua ceritaku itu di tanggapinya dengan baik dan ia sering kali memberiku solusi yang sangat membantu. Sama juga dengannya, ia juga seringkali curhat tentang perasaannya mulai dari sedih, senang maupun yang unik.

Sabtu, 21 November 2015

Sistem Informasi Geografi

Sistem Informasi Geografi (SIG) adalah sistem berbasis komputer yang digunakan untuk menyimpan, memanipulasi, dan menganalisis informasi geografi. Yang semula informasi permukaan bumi disajikan dalam bentuk peta yang dibuat secara manual, maka dengan hadirnya Sistem Informasi Geografi (SIG) informasi-informasi itu diolah oleh komputer, dan hasilnya berupa peta digital. 

Move On

MOVE ON
Oleh: NalendraPradipto/12 IPS 1/20

Pagiitukulihat David tergesa-gesamenaruhtas.Taksengajakulihatsepucuktangkaibungamawarkeluardaritasnya. “Bungabuatsapatuh?”,sapaankuternyatamembuatnyakaget. “Amanda”, jawabnyasingkat. “Janganberitahusapa-sapaduluya bro hehehe”. 

Rasa Yang Terpendam

                
Rasa yang Terpendam

Riska adalah murid SMA Kelas XI. Dia cewek yang humoris, penyanyang dan ia juga suka menyanyi dan bermain gitar. Dengan badan yang kurus, kulit sawo mata, rambut panjang yang biasa di kuncir satu.  Dia memiliki 3 sahabat. Ada Ivi yang paling cerewet di antara mereka. Ada juga Tina yang pinter dan Angel yang hobinya traveling dan menyanyi.

Pandanganku Berubah Sejak Aku Mengenalmu

Pandanganku Berubah Sejak Aku Mengenalmu

     Sumiati ia adalah gadis remaja yang memiliki mata lebar berwarna coklat. Kulitnya yang coklat membuat ia semakin menawan. Selain kulit dan matanya yang coklat, ia juga memiliki rambut yang jika terkena sinar matahari akan berwarna coklat pirang. Di tambah lesung pipit di pipinya membuat ia semakin manis saat ia tersenyum.

Hari Yang Tidak Terlupakan

HARI YANG TIDAK TERLUPAKAN
            Pagi itu mentari pagi menampakkan dirinya, perlahan-lahan naik dan menyinari bumi dengan cahaya sinarnya. Randy membuka matanya yang sipit lalu terbangun dari tidurnya karena terpaan cahaya dari celah jendela yang menyilaukan matanya. Ia pun terbangun dan bergegas berangkat ke sekolah. Ketika Randy belum sampai di sekolah tiba-tiba hal yang tak terduga pun datang. Ban motornya ternyata bocor, ia lalu mencari tempat tambal ban. Tetapi sayangnya tidak ada tempat tambal ban disekitar situ. Randy menuntun motornya sambil mencari tempat tambal ban. Akhirnya ia menemukan tempat tambal ban di dekat sekolah.

Kisah Cinta Segitiga Antara Dua Sahabat

Kisah Cinta Segitiga Antara Dua Sahabat
Rivaldy Tri Fajar Utama

Disebuah sekolah swasta terdapat sebuah cinta segitiga antara 2 orang sahabat laki-laki dan 1 anak perempuan cantik, kedua lelaki tersebut bersahabat dan mereka selalu bersama-sama kemana pun mereka pergi, mereka sudah seperti saudara sendiri dan menjalin hubungan persahabatan yang sangat solid sudah sejak mereka duduk dibangku SMP. Dua sahabat tersebut bernama Vian dan Ivan. Suatu ketika pada saat jam istirahat mereka berdua berjalan bersama menuju ke kantin. Pada saat  di kantin mereka melihat seorang anak perempuan kelas XI ipa.  “Van, cewek itu cantik banget yaa Van, kamu mau nggak ngenalin aku sama dia ? Soalnya kamu kan kebanyakan deket sama anak ipa hehe” kata

Hari Terbaik

Hari Terbaik
Selvy adalah seorang gadis remaja yang baru menginjak usia 17 tahun beberapa bulan yang lalu. Dia duduk dibangku SMA kelas 3 di salah satu sekolah swasta di Surabaya. Ia memiliki tubuh yang mungil dan memiliki rambut panjang dengan warna cokelat caramel. Selvy adalah orang yang sangat periang, ia selalu saja tersenyum kepada teman-temannya. Selvy adalah salah satu perempuan yang sangat memperhatikan penampilan. Hobbinya adalah belanja, terutama baju.

Misteri Hilangnya Buku Sejarah

Misteri Hilangnya Buku Sejarah

Bel pulang sekolah berbunyi. Ketua kelas menyiapkan murid-murid X-2 untuk segera berdoa. Setelah berdoa dengan hikmat, mereka berhamburan untuk segera keluar kelas. Namun tidak dengan Zaza. Gadis berambut lurus ini masih mondar-mandir di kelas. Ribka, sahabat Zaza, yang menyadari hal itu, kembali masuk kelas dan menanyakan kenapa perempuan berumur tujuh belas tahun ini masih di sana.
“Za, kenapa masih di sana?” tanya Ribka seduktif. Dilihatnya Zaza yang mondar-mondir seperti setrika itu sedang mencari sesuatu.
“Ini Rib, buku paket sejarahku kok nggak ada ya? Padahal tadi terakhir aku lihat ada di atas mejaku,” ujar Zaza masih mondar-mandir mengitari seluruh meja maupun kolong meja yang ada di dalam ruang kelas X-2. Berharap buku biru yang berisi seluruh materi Sejarah itu akan segera ditemukan.
“Emang tadi kamu naruhnya di mana?” tanya Ribka mulai ikut mencari buku materi itu.“Di mejaku. Tadi aku lihat sendiri. Jelas-jelas masih di meja. Tapi habis beres-beres tas, eh.. bukunya udah nggak ada,” ucap gadis berhidung mancung itu dengan cemas.
“Eh? Tadi kamu sama Michelle duduk di depanku, kan? Coba deh kamu periksa tasnya Michelle barangkali nyangkut di sana,” tambah Ribka.“Michelle kan tadi udah keluar duluan sama Febe. Kayaknya juga nggak mungkin deh kalau nyangkut di tasnya dia,” ucap Zaza yang semakin panik karena sudah lewat 15 menit dari jam pulang sekolah. Bisa-bisa dia ditinggal oleh antarjemputnya jika tak kunjung keluar.“Coba deh, di tas kamu. Mungkin udah kamu masukin tadi, ” kata Ribka.
“Tapi aku yakin banget, buku itu ditaruh di meja. Aduhh… gimana nih. Mana besok ulangan lagi,” rengek Zaza. Ribka merasa jengah. “Oh iya.. Febe di mana, mungkin dia yang salah masukin buku.” tambah Zaza.
Ribka langsung bergerak menuju keluar kelas tanpa mengeluarkan satu katapun untuk mencari Febe. Ia melakukan ini karena kasihan dengan sahabatnya, Zaza, apabila buku itu tak kunjung ditemukan, otomatis Zaza tidak akan segera pulang dan ditinggal oleh antarjemputnya.
Tak lama Ribkadatang bersama Michelle dan Febe, yang kebetulan masih ikut ngerumpi di kelas sebelah. Memang masih banyak anak di kelas sebelah, jadilah Michelle dan Febe ikut nimbrung di sana. Dan itu memudahkan Ribka dalam mencari batang hidung kedua siswi tersebut. “Ada apa, Rib?” Tanya Michelle pada Ratih yang tiba-tiba menyeretnya bersama Febe kembali ke kelas X-2.
“Ini Chelle, Feb, buku paket sejarah milik Zaza hilang. Padahal udah ditaruh di meja. Tapi katanya, tiba-tiba nggak ada,” ujar Ribka menjelaskan.“Emangnya kamu taruh di mana Za?” tanya Febe seduktif. Namun Ribka yang malah menjawabnya, “di meja, Febe! Kan aku udah bilang tadi,” jawab Ribka dengan nada kesal.
“Aku tanya ke Zaza tahu.” celoteh Febe langsung membuat Ribka nyengir.“Udah, udah. Terus, kita kesini buat apa?” potong Michelle pada ketiganya.“Gini, mungkin kalian salah masukin buku itu ke tas kalian. Coba periksa, deh, barangkali emang ada di tas kalian,” kata Zaza.“Di tas aku nggak mungkin ada, soalnya aku hari ini nggak bawa buku paket sama sekali,” jawab Febe santai.
     “Masa, sih? Coba periksa lagi aja,” ujar Zaza. Membuat Michelle dan Febe memeriksa tas mereka dengan teliti.“Nggak ada, Za,” jawab Michelle. “Aku juga nggak ada nih. Ini buku paket sejarah, tapi punya Tata soalnya tadi aku pinjam biar nggak kena marah sama Pak Danang. Tuh lihat namanya,” tambah Febe sambil menunjukkan buku paket sejarah milik anak kelas sebelah bernama Tata.
“Iya, ini punya Tata. Aduh… terus gimana nih. Masa bisa hilang gitu aja tanpa jejak?” rengekgadis berkulit kuning itu.“Coba deh, kamu periksa tas kamu sendiri, Za. Mungkin kamu yang lupa udah dimasukin di dalam tas,” kata Michelle disertai anggukan kecil dari Ribka dan Febe. Zazapun memeriksa tasnya dengan teliti. Tak ada satu pun biji buku yang terlewatkan.
Setelah beberapa saat mencari, Zaza tercengang. Ia melihat buku paket sejarah yang sedari tadi dicarinya ternyata ada di dalam tasnya sejak tadi. Zaza langsungmelonjak kegirangan. Membuat ketiga teman yang ada di hadapannya menatapnya aneh. “Yeay!!! Bukunya udah ketemu, nih. Ternyata nggak hilang. Yeay!!!” Kata Zaza berhasil membuat Ribka, Michelle, dan Febe mengernyitkan dahi, kemudian memasang wajah ditekuk tiga kali lipat.
“Za, lapangan luas loh. Gimana kalau kita adu jotos di sana,” celetuk Febe memasang wajah ditekuk seupuluh kali lipat dari biasanya. Perkataannya malah membuat Zaza nyengir nggak jelas.“Hehehe… maaf kawan. Jangan marah, dong. Hehehe.” celetuk Zaza membuat ketiga perempuan di hadapannya memutar bola mata mereka.
“Jadi nggak hilang, kan, Za. Kalo gitu aku mau pulang sekarang,” ujar Michelle memasang muka kesal yang dibuat-buat.“Hehehe… maaf, deh Rib, Chelle, Feb, aku nggak tahu ternyata aku udah masukin buku itu ke tas. Hehehe.” pungkas Zaza sambil nyengir.
“Makanya kalau memeriksa sesuatu itu harus teliti, jadi kita nggak repot kayak gini deh. Pake ngeyel lagi,” ujar Michelle masih memasang wajah kesal. Pantas saja, karena kehebohan Zazalah yang membuatnya harus memotong acara ikut ngerumpi bareng di kelas sebelah.“Hehehe… maaf, deh, teman-teman. Aku nggak bakal nyusahin lagi, deh. Suer!” ucap Zaza sambil nyengir sehingga behel yang ia gunakan terlihat dengan jelas.
“Iya udah deh, sekarang pulang yuk. Lagian udah jam segini. Nanti kamu ditinggal sama om anjemmu lagi, Za,” ajak Ribka.“Oke, ayo!” jawab Zazadengan ceria dan antusias. Begitu juga Michelle dan Febe yang antusias pulang bersama keduanya. Jarang-jarang mereka berempat pulang bersama seperti saat ini. Karena apa? Karena kejadian itulah yang membuat keempat sahabat itu semakin akrab.
Zaza dan ketiga kawannya sedang berjalan bersama menuju ke keluar sekolah. Keadaan semakin hangat dikala candaan dan tawaan tercipta di antara mereka. Namun tiba-tiba Zaza terlihat panik sambil mengatakan sesuatu. Yang membuat ketiga sahabatnya diam dan menatapnya kebingungan.“Loh… tunggu.. tadi pas aku periksa tas, kok buku paket matemtikaku nggak ada ya. Di mana, nih?” tanya Zaza cemas sambil mengubek-ubek tasnya. Runtukan Zaza berhasil membuat ketiga temannya kembali memutar bola matanya malas.“Emang kita pikirin!!!!” ucap Ribka, Michelle, dan Febe serempak. Membuat Zaza menekuk wajahnya tiga kali lipat.Namun semenit kemudian, keempatnya tertawa bersama. Bahkan tertawa sampai berbahak-bahak.


Tertinggal

Tertinggal

Kala ituhanyahariMinggubiasa.Junitaanak yang rajindanpenurutselalumematuhiapa kata mamanya. BahanmakanandirumahsedanghabisdanJunitadimintamenemanimamanyakepasarkecil di sebuah gang. Dari rumahnyamenujukepasartersebutmungkinsekitar 2 km sehinggaJunitadanmamanyamenggunakan motor. Saatmerekasudahselesaibelanja, Junitasegerabergegasnaikmotornya. Junitamerasasaatsudahmenstartermotornya, mamanyasudahnaik di belakangsehinggaialangsungsegeratancap gas tanpamenolehkespionataumemperhatikankebelakang. Namun, saatsudahberada di area komplekrumahnya, iamengajakmamanyangobrolketikaiamelihatadasebuahrumah yang sudah lama dikontrakkan.
Junitaberkata “Rumahini lama bangetsudahgakada yang menempatiya ma.”
Tapi, selesaiberkatademikian, Junitalangsungmerasaanehkarenamamanyahanyadiamsaja. Saatiamenolehkebelakang, ternyatamamanyatidakada di jokmotornya. Junitalangsungpanikbukan main. Iasegeraberpikirdantakutjikamamanyajatuhdari motor. Junitasemakin panic karenaternyataialupamembawaponselnya.
AkhirnyaJunitalangsungmemutarbalikmotornyakembalimenujujalanraya. Sakingpaniknya, iasempatterpelesetkarenamemutarmotornya di jalananaspal yang berpasirkarenaterburu-buru. Namun, untungsajaiabisamengontrolsehinggatidakjatuh.
Tapi, di sepanjangjalaniatidakmelihatada orang-orang yang berkerumunatauhal lain mengenaikecelakaan. Akhirnyahinggasampai di dekatlampumerah, iamelihatmamanyajalan kaki di seberangjalan. Segeralahiamendatangimamanya.
Saatsudah di dekatmamanya, iamendapatimamanyangomel-ngomel
 “Kamunininggalin mama, tutadi orang-orang teriak-teriakmanggilkamutapikamugakdengar… bla… bla… bla”. Tapi, saatdiomeliolehmamanya, Junitahanyacengarcengircengengesan.
Ternyatasaatmendengarceritamamanyawaktuawalkejadiantersebut, Junitalangsungtancap gas tanpamenolehmamanya yang ternyatabelumnaik. Mamanyaberteriak-teriakmemanggildirinya, namuniatakmendengar. Terlebihlagisaat orang-orang melihatmamanyateriak-teriak, orang-orang tersebutkasihandanikutteriak-teriakmemanggilJunita. PadahalJunitamemakai helm yang biasasajadanterbilangtidaktebal. Ia pun jugatidakmemakai headset ataumendengarkanlagu. Tapi, tetapsajaJunitatidakmendengarnya.

AkhirnyakarenamerasaditinggalJunita, mamanyalangsungjalan kaki menujurumahtanpamemikirkanJunitalagi. Dan akhirnyasetelahbeberapa meter jalan kaki, Junitamendatanginyadenganmukacengengesan.

Mendengarhaltersebut, Junitamasihtertawasendiridanbeberapa kali mintamaafsamamamanya. Iabenar-benarmerasatidakmendengardantakmengiraakanmenjadisepertiini. Dan akhirnyamamanya pun ikuttertawadengankelakuanJunita, sampai-sampaimenceritakankepada orang-orang di rumah.

Tapi, darikejadianitu pula Junitalebihhati-hatisaatinginmembonceng orang. Tidakhanyamamanya, tapipada orang lain pun iaselalumenolehkebelakangduludanmenanyakanapakahsudahsiapataubelumsebelumberjalan. Karenaiamaludan trauma denganhaltersebut, Junitasempatmembutuhkanwaktu lama untuktidakdatangkepasarkeciltersebut.


Tanya Hati

“Tanya Hati”
Fanny Irwan
VIONA
Kriinnggg !!!! alarm ku berbunyi, ya tandanya hari sudah pagi, dan aku harus pergi kesekolah hari ini, segera aku membuka mata ku, dengan malasnya aku menuju kamar mandi, dan degan mata yang masih berat untuk di buka aku mencoba membuka pintu kamar mandi, “woiiii sabar dong aku masih ada di dalam” kata seseorang yang aku yakin itu adalah kakak ku yap kakak Dave. “duhh !! cepetan nanti aku telat gimana sih biasanya kamu gak telat bangun !! cepetan woii !” oceh ku. cklek akhirnya pintu kamar mandi terbuka aku segara masuk dan bergegas mandi.
Dalam perjalanan ke sekolah aku meminta supir ku untuk cepat-cepat agar cepat sampai ke sekolah. Saat sampai di sekolah bel tanda masuk telah berbunyi, aku cepat-cepat berjalan menuju kelas ku tiba-tiba  “Brakk !!” aku terjatuh, ada yang menabrak ku, sambil membereskan buku yang aku bawa aku segera mengucapkan kata maaf kepada orang yang aku tabrak “maaf ya aku gk liat soalny aku buru-buru” “iya gakpapa kok” katanya, saat aku melihatnya dia menunjukan senyum manisnya, aku hanya diam melihatnya “Hai nama aku Steve, aku murid pindahan dari jakarta”  katanya mulai menyapaku “Eee iya hai juga aku Viona, oh kamu anak baru ya ?” balas ku menyapanya “iya, oh iya, ruang TU di mana ya ?” tanyanya “kamu lurus belok kanan aja di situ ruang TU” kataku “oke makasih ya” katanya, belum sempat aku menjawab aku sudah pergi meninggalkannya.
Ternyata aku satu kelas dengannya, dan mulai dari waktu itu kami menjadi sahabat akrab, pada suatu hari aku dan Stave sedang duduk duduk di taman “eh vi aku mau cerita deh” katanya mulai membuka percakapan kami “ya udah cerita biasanya juga langsung cerita” ujar ku “ jadi gini, aku lagi suka sama orang nih tapi aku bingung gimana bilangnya” katanya “suka sama orang ? cowok apa cewek Stave ?” kata ku dengan tawa kecil “vii aku lagi serius! Ahh males dah cerita sama kamu!” “ehh jangan gitu dong aku kan Cuma bercanda hehehe” “iya iya jadi gini aku suka cewek tapi aku gak mau sebutin namanya ya, dia itu cantik, baik, sederhana, pokoknya aku nyaman kalo berada di dekat dia, tapi aku gk yakin aku bisa dapetin dia apa enggak” “emng sejak kapan kamu suka sama dia ? loh kok kamu menyerah duluan sih? Berjuang dulu dong!” kata ku berusaha untuk memberikan semangat kepada Stave “yah liat nantilah jalannya gimana?” katanya pasrah “duh jangan pasrah gitu dong! Oh iya Stave aku juga mau cerita, sebenrnya aku juga lagi suka sama cowok, entah kenapa setiap aku ketemu dia jantung ku selalu berdetak kencang” kataku memulai cerita.

STAVE
Saat Viona bilang kalo dia suka dengan seseorang aku tersentak kaget “oh ya? siapa?” dengan penuh harapan aku bertanya, dan aku harap lelaki beruntung itu adalah aku, iya benar aku memang suka dengan viona sejak kami bertemu dan aku belum berani mengungkapkan kepadanya “jangan bilang siapa-siapa ya, kamu harus janji!” katanya “iya aku janji” ucapku “itu loh kamu pasti tau orangnya, kapten futsal di SMA kita” seketika tubuh ku terasa lemas mendengar ucapannya “hah ? si Richard itu? emm... emang kamu udah dekat sama dia?” tanya ku basa-basi sambil berusaha menutupi kekecewaanku “ya udah lumayan sih, udah sering bbm’an line telpon hehehe” jawabnya “oh gitu” jawabku singkat, “udah sore nih pulang yuk” ajak Viona. Aku dan viona pun bangkit berdiri dan beregegas pulang.
Saat sampai di rumah aku segera masuk kekamar ku, dengan lesu aku menjatuhkan diriku ke kasur dan sambil berfikir dan bertanya kepada diriku sendiri, apakah aku selama ini salah telah menyukai Viona? pikiran ku mulai tidak karuan, tiba-tiba telepon ku berdering dan ternyata viona yang menelponku.
“yaa ?”
“Stave!!! Aku lagi bahagiaaa !! kamu tau gak kalo Richard ngajak aku jalan!”
“oh gitu ya selamat ya, aku ikut senang deh, ya udah aku mau tidur dulu ya”
“loh kok gitu sih aku kan belum selesai cerita”
“duh vi aku udh ngantuk besok lagi ya”
Aku langsung mematikan telpon,dan aku kembali berfikir apakah aku harus mengakhri perasaan ini ? tapi itu gak mungkin, cinta itu gak mungkin berhenti secapat aku jatuh cinta, sulit untuk melupakannya, apakah aku harus menjaga jarak dari dia agar aku lebih mudah menghilangkan perasaan ini?.
            Pagi hari saat ingin masuk kelas aku melihat viona sedang duduk di depan kelas dia dia berpaling kepada ku lalu dan tersenyum dan menghampiri ku, “selamat pagi Stave” sapanya dengan riang  “selamat pagi juga Vi” ucapku membalas sapaannya “eh eh stave aku mau cerita hehehe” katanya “duh sorry ya vi aku lagi ada urusan” kataku sambil meninggalkannya,sebenarnya aku juga gak mau kayak gini, tapi maaf vi ini juga buat kebaikan kita ucapku dalam hati.





VIONA
            Aku merasa ada yang aneh dengan Stave dia kenapa ya ? sejak malam tadi di telpon dia mulai cuek denganku, biasanya jika aku mau cerita dia pasti siap dengerin cerita ku, dan biasanya dia juga yang menyapa ku duluan, tapi sekarang kok dia jadi gini? apa selama ini aku ada salah ngomong dengannya?

“tringgggg !!!!!” bel tanda pelajaran di mulai telah berbunyi, aku segera masuk dan mendapati Stave tengah duduk di kursi yang biasanya dia tempati, aku segera duduk di samping dia “hei kamu kenapa sih?” Tanya ku “hah aku ? aku gakpapa kok, emang kenapa ?” “ya gakpapa sih kamu kelihatan beda aja” kataku “enggk lah aku biasa kok mungkin Cuma perasaanmu aja” ya mungkin ini hanya perasaanku. Tak lama kemudian guru mata pelajaran matematika masuk dan kami mulai belajar.
Saat istirahat aku dan Stave segera pergi ke kantin, saat aku ingin memesan makanan aku melihat para siswa siswi berlarian ke lapangan sekolah, “Stave ada apaan tu?” tanya ku “gak tau juga tuh” tiba tiba ada seorang siswa lewat lali stave mencegatnya “eh ada apaan?” tanya stave “itu ada yang mau nyatain cintanya di lapangan” kata siswa itu “wah seru tuh Stave, liat yuk!” aku dan stave segera berlari menuju lapangan sekolah “misi misi misi” aku dan stave mencoba menerobos kerumunan, saat aku sampai di barisan paling depan aku terdiam terpaku dan aku gak percaya dengan apa yang ku lihat, aku melihat dua orang di depan ku dan cowok itu sedang berlutut di depan ceweknya sambil membawa bunga di tangannya, aku gak menyangka ternyata cowok yang di depanku adalah Richard, ya Richard yang selama ini dekat dengan ku dan sekarang dia sedang menyatakan cintanya kepada perempuan lain, tanpa menegluarkan sepatah kata pun aku langsung pergi dari kerumunan itu, aku berlari tanpa terasa air mataku menetes “VIONA!!!” aku mendengar Stave memanggil ku, aku terduduk di kursi taman sambil menangis, kenapa harus terjadi sama aku, apakah selama ini aku salah menaruh perasaan kepada Richard? Lalu siapa yang  harusnya ada di hati ku ? , tiba-tiba ada seseorang yang duduk di sebelah ku dan dia langsung memeluk ku, aku yakin dia adalah stave “udah vi sabar jangan nangis, masih ada cowok yang sayang sama kamu, ngapain kamu nangisin dia” ucapnya menenangkan ku
Sampai di rumah aku hanya diam rasanya gak ada semangat buat ngelakuin apa pun, telpon ku berdering saat aku lihat itu panggilan dari Richard
“hallo”
“hallo vi sorry aku gak bermaksud gitu sama kamu aku gak ada maksud PHPin kamu aku-“
“udah gakpapa kok, longlast ya sama pacar mu, aku mau tidur dulu ya”
“vii aku gk bermak-“
Aku langsung mematikan telponnya.

STAVE 
            Niat untuk menjaga jarak dari viona ku urungkan karena keadaannya saat ini aku gak tega buat jauhin dia, Saat aku masuk kekelas suasana kelas agak berbeda kali ini, biasanya tiap pagi aku selalu di sambut dengan ucapan selamat pagi dari viona kali ini tidak, Viona tampak lesu dan kurang bersemangat, aku segera menghampirinya “hey selamat pagi viona” sapa ku dengan riang “pagi stave” balasnya dengan nada yang lesu, “loh kok lesu sih biasanya ceria”kataku menggodanya, ”duh stave lagi gak mood nih” ucapnya aku hanya diam duduk di sebelahnya
            Cukup lama buat viona untuk menghilangkan rasa sakit hatinya, dan selama itu pula aku selalu berada di sampingnya, aku gak tega buat ninggalin orang yang aku sayang dalam keadaannya seperti ini, tak lama dari kejadian itu aku mendengar berita bahwa Richard telah putus dengan pacarnya, dan akhirnya berita itu terdengar oleh viona.
VIONA
            Sampai sekarang aku masih belum tau perasaan ku sekarang seperti apa, di sisi lain aku merasakan nyaman bersama Stave di sisi lain lagi aku masih sayang dengan Richard, dan selama aku dalam keadaan terpuruk stave lah yang selalu ada di samping ku, oh iya aku mendengar berita bahwa Richard telah putus dengan pacarnya, dan hari ini richard mengajak ku untuk ketemuan di taman belakang sekolah, “stave aku pergi ke taman belakang sekolah dulu ya” pamit ku “loh ngapain ke taman belakang sekolah?” tanya stave “ada urusan bentar” jawabku lalu pergi meninggalkan stave.
            Sesampainya di taman belakang sekolah aku mencari di mana tempat Richard duduk, seseorang dengan seragam putih dan rambut dengan potongan yang bergaya mohak yang aku yakini dia adalah Richard, aku segera menghampiri dia, “ hey?” sapa ku “eh hai juga” katanya, “ada apa nih ? tanya ku tak ingin basa basi lagi “gini vi sekarang aku sadar bahwa selama ini aku suka sama kamu dan aku sayang sama kamu, kamu mau jadi pacar ku?”Tanyanya yang membuat aku tersentak tiba tiba bukk!!!! Ada suara tinjuan yang keras, “dasar kamu cowok kurang ajar setelah kamu sakiti dia kamu ajak dia balik lagi ?” bentak seseorang dan ternyata dia Stave, Ternyata dia mengikuti ku dari tadi “maaf  ya chard aku gak bisa jadi pacar kamu aku udah tau siapa orang yang bener-bener sayang dan cinta sama aku, orang yang selalu ada di saat aku terpuruk, sedangkan kamu? Kemana kamu saat aku lagi sedih ? gak adakan? Aku harap kamu gak lakuin ini ke cewek lain, ingat penyesalan selalu datang di akhir”ucap ku dengan tegas “siapa cowok itu vi ?” tanyanya dengan raut wajah yang penuh  dengan penyesalan “cowok itu adalah stave, aku nyaman bersama dia sebaiknya kamu mencari perempuan lain yang lebih baik dari pada aku”.
            Dalam perjalanan menuju kelas, Stave tiba tiba memulai pembicaraan “vi bener apa yang kamu bilang ke Richard tadi ?” tanyanya kepadaku “cieee kepo yaa?” jawab ku sambil meledek “hhmmmm, eh vi kamu masih inget gak cerita aku yang waktu kita di taman ?yang aku ceritain kalo aku lagi suka sama sama cewek ?” tanyanya “iya aku inget kok kenapa?” ”Ya orang itu kamu Vi , dari awal aku udah ngerasa kalo kamu memang buat aku, mau gak kamu jadi pacar ku ?” tanyanya yang sempat membuat ku kaget, tapi dengan cepat aku menjawab “iya aku mau kok”
           
Sekarang pertanyaan yang muncul di otak  dan di hati ku sudah terjawab semua, ternyata orang yang pantas adadi hati ku adalah Stave, dan apa yang kita rencanakan yang terbaik buat diri kita percayalah Tuhan akan memberikan rencana yang lebih baik dari apa yang kita rencanakan dan kita inginkan, dan satu lagi jangan sia-siakan orang yang sayang sama kamu demi orang yang kamu sayang tetapi hanya membuatmu sakit. Karena, akan lebih sakit jika kamu kehilangan orang yang sayang sama kamu. JJJ

TAMAT