CINTA
YANG BERSEMI DIMEDIA SOSIAL
Cinta? Pertama kali aku mengetahui apa itu cinta
itu berasal darinya, namaku Yuli Prayumi biasa di panggil Yuli. Awal pertama
aku mengenalnya yaitu 2 tahun lalu tepatnya tahun 2012. Waktu itu aku masih
duduk di bangku kelas 3 SMP. Pertama kali mengenalnya berawal dari media sosial
yang sedang populer pada saat itu yaitu Blackbrry Massager.
Kisah ini berawal dari hobiku yang sering sekali
memasang foto game dan anime (kartun atau animasi buatan Jepang), jarang sekali
aku memasang foto sendiri karena pada saat itu kamera depan belum terlalu
populer. Ketika aku memasang foto untuk sekian lama, dialah orang pertama yang
mengchat aku “Hai kalau boleh tau kamu siapa ya?” katanya. Berawal dari chatnya
kita pun saling berkenalan, ternyata dia satu sekolah denganku dan lebih tua 2
tahun namanya Roy Satria. Setelah seminggu berchat ria dengannya, dia
mengajakku jalan-jalan. Awalnya aku ingin menolak ajakkannya tetapi karena
komik keluaran terbaru sudah terbit sekalian saja aku jalan-jalan dengannya itu
pikirku.
Karena itu pertama kalinya aku jalan-jalan berdua
dengan cowok, akupun jadi pendiam kalau dia tak bertanya aku tak bersuara.
Akhirnya setelah mendapatkan komik yang inginku beli karena senangnya aku jadi
banyak berbicara. Diapun tertawa “Ngapain sih koko ketawa-ketawa nggak ada yang
lucu deh?” tanyaku penasaran. “Ada deh hehehehe” jawabnya dengan nada tertawa.
Setelah jalan-jalan dia mengajakku makan, selama menunggu makanan dia tiba-tiba
memberikan kotak hitam “Ini buat lu Yul, suka nggak?” katanya hati-hati. Aku
yang kaget melihat kotak itu lalu melihat isi didalamnya, ternyata terdapat
gelang dan jam tangan berbentuk tengkorak yang aku sukai, “Eh koko nggak usah
repot-repot, nggak usah koko ni ku kembalikan.” kataku dengan sopan. “Buat kamu
kok nggak apa-apa, kalau kamu nggak mau nanti ku buang aja.” katanya dengan
serius. Karena aku tidak enak dengannya akhirnya akupun menerima hadiahnya.
Selesai makan kitapun jalan-jalan lagi menunggu aku dijemput, dan ternyata tidak
ada yang bisa menjemputku. Akhirnya diapun mengantarkan aku pulang padahal
jarak antara rumahku dengan rumahnya terbilang sangat jauh.
Selama diperjalanan dia pun membuatku kaget lagi
dengan pertanyaan “Yul aku suka kamu. Mau nggak kamu jadi pacarku?” saking bingungnya
dan kaget akupun tak dapat berkata-kata. “Maaf banget tiba-tiba kalau kamu
masih bingung jawabnya nggak usah sekarang kok.” katanya kaget karena aku diam
terlalu lama. “Nggak-nggak kok koko cuma lagi mikir, hehehehe maaf koko
sebelumya aku nggak bisa jawab sekarang mungkin 2 hari lagi aku pikirkan
masak-masak.” akhirnya setelah sampai di rumah aku pun mengucapkan terima
kasih.
2 hari berlalu sejak kejadian itu dia sering chat
menanyakan macam-macam, dia membuatku nyaman. “Koko soal pertanyaan koko waktu
itu, aku mau kok jadi pacar koko.” Kujawab pertanyaannya didalam chat. “Beneran
ni Yul? Yessss” jawabnya di chat. Setelah sekian lama aku menjalani hubungan
dengannya sebagai pacar dia mengajariku akan indahnya cinta dan membuat hariku
berwarna.
Setiap hari kalau ada waktu luang karena sekolah
yang sama kitapun sering bertemu. Teryata sifat dia yang over protecrive
terhadapku tiap bertemu dia selalu bertanya dan meminjam handphoneku. Karen
hobiku yang suka bermain game dan memiliki kenalan cowok yang banyak itu
membuatnya sebal “Yul ini sapa? Dia kenal kamu dari mana?” itulah kata-kata
yang sering dia ucapkan tiap membongkar chat di handphoneku. Sebisanya aku
menahan emosi akhirnya akupun tak tahan lagi.
Setelah 3 minggu menjalani hubungan ini, akupun mengakhirinya
karena sifatnya yang membuatku tidak nyaman jauh berbeda dengan sikapnya dulu
yang membuatku merasa nyaman berada didekatnya. Besoknya aku putuskan untuk
mengatakannya.
“Koko terima kasih untuk selama ini.” kuchat dia
karena tidak dapat bertemu dengannya. “Hah? Ada apa Yul? Kok tiba-tiba chat
gini?” balasan chatnya. “Menurutku kita akhiri saja hubungan ini, aku merasa
kurang cocok dengan koko itu saja. Terima kasih untuk hari-hari yang
menyenangkan ini koko.” Balasku dengan kesedian karena walaupun demikian aku
tetap menyayanginya. Dia pun tak membalasku lagi hanya membaca chat itu,
mungkinkah dia bersedih atau marah aku tak tahu.
Aku jalani hari-hariku seperti dulu tanpa dirinya,
cinta yang berawal karena media sosial dan berakhir pula disana. Aku hanya
dapat mendoakan dia mendapatkan pengganti diriku dihatinya yang terbaik
sehingga dapat menyembuhkan luka dihatinya yang disebabkan oleh diriku.
Dibuat
oleh: Randy Alvin Istanto Putra
Kelas/No
absen: XII IPS 1/ 22
Tidak ada komentar:
Posting Komentar